Kredit Foto: Ist
Putri politikus senior Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, menyoroti dugaan tekanan terhadap lingkungan internal Mahkamah Agung (MA) setelah ayah Gibran Rakabuming Raka, Jokowi terbang ke Jakarta.
Hanum mengungkapkan, tekanan tersebut disebut mulai memengaruhi agenda konferensi pers yang sebelumnya direncanakan. Ia menyebut agenda tersebut mulai mengalami kendala.
"Tekanan mulai terjadi di lingkungan internal MA setelah Pak Mukidi terbang ke Jakarta. Konpers pun yang sedianya dilakukan, mulai masuk angin," tulis Hanum.
Ia kemudian mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada MA agar tetap berpegang pada putusan yang telah dikeluarkan. Hanum menilai dukungan publik diperlukan agar lembaga peradilan tidak gentar menghadapi tekanan.
"Tetap beri semangat ke MA yuk, mereka butuh suara dukungan kita semua bahwa yang mereka putuskan sudah benar dan sesuai rasa keadilan. Jangan takut dan jangan ciut, MA dan MK telah membuktikan suara mereka bersama rakyat!" lanjutnya.
Pernyataan Hanum tersebut berkaitan dengan polemik putusan MA mengenai surat keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain menyinggung dugaan tekanan terhadap MA, Hanum juga mempersoalkan penggunaan uang pajak untuk membiayai kegiatan Gibran setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan MA terkait polemik tersebut.
Ia menyampaikan keberatan terhadap agenda kunjungan kerja Gibran ke Sulawesi Barat (Sulbar), termasuk rencana mengunjungi wilayah Kalumpang dan meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata yang diperbaiki pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Hanum menggunakan istilah "wapres bodong" untuk menyebut Gibran dan meminta agar penggunaan uang pajak untuk kegiatan tersebut dihentikan.
"Hentikan! Pajak rakyat tidak boleh dihamburkan oleh wapres bodong ini!" kata Hanum.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: