Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        4 Emiten Grup Barito Telah Buyback Saham Sebesar Rp830,7 Miliar hingga Awal November 2026

        4 Emiten Grup Barito Telah Buyback Saham Sebesar Rp830,7 Miliar hingga Awal November 2026 Kredit Foto: BREN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Empat emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback dengan total nilai mencapai Rp830,7 miliar.

        Program buyback ini menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjaga nilai bagi pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek bisnis jangka panjang di tengah dinamika pasar modal.

        Berdasarkan data hingga awal November 2026, TPIA mencatat realisasi buyback terbesar, disusul BRPT, CUAN, dan BREN. Namun, nilai tersebut masih berpotensi bertambah karena program pembelian kembali saham keempat emiten masih berlangsung.

        Manajemen TPIA menyampaikan, hingga 2 November 2026, perseroan telah membeli kembali 378.428.200 lembar saham dengan total nilai Rp518,2 miliar.

        Sementara itu, manajemen BREN telah merealisasikan buyback sebanyak 49.139.000 lembar saham dengan nilai sekitar Rp98 miliar hingga 1 November 2026.

        Adapun manajemen BRPT mencatat realisasi pembelian kembali 99.100.600 lembar saham senilai Rp121 miliar hingga 30 Oktober 2026.

        Di sisi lain, manajemen CUAN telah membeli kembali 190.453.700 lembar saham dengan nilai Rp93,5 miliar hingga 28 Oktober 2026. CUAN merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan BRPT, tetapi bukan anak usaha perseroan dan dimiliki langsung oleh Prajogo Pangestu.

        Keempat emiten tersebut telah menetapkan alokasi dana maksimal untuk program buyback dengan nilai yang berbeda-beda. TPIA menyiapkan dana hingga Rp2 triliun, sedangkan BRPT dan BREN masing-masing mengalokasikan maksimal Rp1 triliun. Sementara itu, CUAN menyiapkan dana hingga Rp500 miliar.

        Dengan demikian, total alokasi dana maksimal keempat emiten mencapai Rp4,5 triliun. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan realisasi buyback yang telah mencapai Rp830,7 miliar hingga saat ini.

        Periode pelaksanaan program buyback juga berbeda. TPIA akan melanjutkan programnya hingga 28 Januari 2027, sedangkan BRPT, BREN, dan CUAN dijadwalkan mengakhiri program pada 31 Desember 2026.

        Baca Juga: Barito Pacific Raup Pendapatan US$8,69 Miliar per September 2026

        Baca Juga: Pendapatan Chandra Asri Tembus Rp137 Triliun, Didorong Kilang Minyak dan Petrokimia di Singapura

        Baca Juga: Investasi Rp15 Triliun, Chandra Asri Bangun Bisnis Baru di Luar Petrokimia

        Dalam keterbukaan informasinya, manajemen BRPT menyatakan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan operasional maupun pendapatan perseroan. Perusahaan menilai modal kerja dan arus kas yang tersedia mencukupi untuk membiayai program tersebut.

        Manajemen TPIA juga menyampaikan bahwa dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas perusahaan.

        Gandeng Sejumlah Perusahaan Sekuritas

        Dalam menjalankan program pembelian kembali saham, masing-masing emiten bekerja sama dengan perusahaan sekuritas.

        BRPT menunjuk Sucor Sekuritas, TPIA menggunakan jasa BCA Sekuritas, sedangkan BREN bekerja sama dengan BNI Sekuritas. Adapun CUAN menunjuk BNI Sekuritas dan Trimegah Sekuritas untuk melaksanakan program buyback sahamnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: