Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Meski Terus Dikritik, Elektabilitas Gibran Naik! Pengamat Ungkap Kekuatan Politiknya

        Meski Terus Dikritik, Elektabilitas Gibran Naik! Pengamat Ungkap Kekuatan Politiknya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai masih memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional meskipun terus menghadapi berbagai kritik dan serangan politik. Bahkan, sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas Gibran mengalami peningkatan dalam beberapa periode terakhir.

        Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menilai posisi Gibran tetap diperhitungkan karena memiliki sejumlah modal politik. Selain menduduki jabatan wakil presiden, Gibran juga mempunyai tingkat pengenalan publik yang luas dan peluang untuk masuk dalam kontestasi politik mendatang.

        Menurut Chamad, kekuatan seorang tokoh politik tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang sedang diemban, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan daya tawar untuk perebutan kekuasaan berikutnya.

        "Kekuatan seorang tokoh tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang sedang diemban, tetapi juga oleh daya tawarnya dalam perebutan kekuasaan berikutnya," ujar Chamad, Senin (2/11/2026).

        Meski memiliki modal politik tersebut, perjalanan Gibran tidak terlepas dari berbagai polemik. Persoalan administrasi pendidikan, rivalitas politik, hingga perdebatan mengenai latar belakang keluarga menjadi sejumlah isu yang terus mengiringi kiprahnya.

        Chamad juga menyoroti derasnya kritik terhadap Gibran di media sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya intensitas perdebatan di ruang digital belum tentu mencerminkan pandangan mayoritas masyarakat.

        Menurutnya, karakter media sosial yang mengutamakan interaksi membuat konten kontroversial dan perdebatan politik lebih mudah mendapatkan perhatian publik.

        “Suara yang terdengar paling keras di media sosial belum tentu mewakili mayoritas sesungguhnya,” katanya.

        Baca Juga: Hak Angket Tak Relevan Lagi, Golkar Desak Ketum Parpol Segera Duduk Bersama Bahas Ijazah Gibran

        Di tengah berbagai polemik, elektabilitas Gibran justru memperlihatkan tren peningkatan berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

        Survei SMRC yang berlangsung pada 1–10 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Gibran mencapai 8,4 persen dalam simulasi semi-terbuka terhadap 24 nama calon presiden. Hasil tersebut menempatkannya di posisi keempat.

        Angka itu meningkat dibandingkan hasil survei November 2025 yang mencatat elektabilitas Gibran sebesar 5,1 persen. Selanjutnya, angka tersebut naik menjadi 6,8 persen pada Februari–Maret 2026 dan mencapai 7,7 persen pada Juli 2026.

        Chamad menilai perkembangan tersebut menunjukkan Gibran masih mempunyai daya tawar politik meskipun berbagai kritik terus diarahkan kepadanya.

        "Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Gibran tetap memiliki daya tawar politik di tengah berbagai kritik yang diarahkan kepadanya," tambahnya.

        Ia juga menjelaskan bahwa serangan politik tidak selalu berdampak negatif terhadap citra seorang tokoh. Dalam kondisi tertentu, kritik yang bertujuan menurunkan popularitas justru dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap figur yang bersangkutan.

        Kendati demikian, Chamad mengingatkan bahwa tingginya popularitas tidak otomatis menghasilkan peningkatan dukungan politik.

        "Posisi strategis Gibran tetap harus diimbangi dengan pembuktian kinerja, kapasitas kepemimpinan, dan akuntabilitas sebagai wakil presiden," ujarnya.

        Dengan sejumlah modal politik yang dimiliki, Gibran diperkirakan masih menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam kalkulasi elite politik nasional. Tantangan utamanya adalah membuktikan kapasitas kepemimpinan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah berbagai kritik yang terus bermunculan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: