Laba MNC Bank (BABP) Turun, Dana Nasabah Susut Rp2,34 Triliun hingga September 2026
Kredit Foto: Istimewa
Kinerja PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank mengalami tekanan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini mencatatkan penurunan laba bersih, sementara dana nasabah yang dihimpun perseroan menyusut hingga Rp2,34 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2026, MNC Bank membukukan laba bersih sebesar Rp46,63 miliar. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp60,39 miliar.
Penurunan laba tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan biaya bunga yang harus dibayarkan bank kepada nasabah. Sepanjang Januari-September 2026, beban bunga BABP melonjak 51,05% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, pendapatan bunga hanya tumbuh 6,52%.
Akibatnya, pendapatan bunga bersih atau selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga turun menjadi Rp389,76 miliar, dari sebelumnya Rp434,29 miliar.
Di sisi lain, MNC Bank sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan komisi sebesar 56,59% YoY menjadi Rp100,3 miliar. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk menutup tekanan dari sumber pendapatan lainnya.
Keuntungan dari penjualan aset keuangan, misalnya, turun 42% menjadi Rp17,25 miliar.
Beban operasional juga ikut meningkat. Beban tenaga kerja naik 9,51% menjadi Rp184,45 miliar, beban promosi bertambah 3,83% menjadi Rp17,93 miliar, sedangkan beban lainnya meningkat 7,82% menjadi Rp248,08 miliar.
Kombinasi penurunan pendapatan bunga bersih dan kenaikan biaya tersebut membuat laba operasional BABP turun 18,12% secara tahunan menjadi Rp52,42 miliar hingga akhir September 2026.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban nonoperasional serta pajak, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp46,63 miliar.
Dana Nasabah Susut Rp2,34 Triliun
Tekanan kinerja MNC Bank juga terlihat dari jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun. Hingga akhir September 2026, dana pihak ketiga (DPK) BABP tercatat sebesar Rp11,32 triliun, turun 17,12% dibandingkan Rp13,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, dana nasabah yang tersimpan di MNC Bank berkurang sekitar Rp2,34 triliun dalam setahun.
Penurunan terbesar berasal dari deposito. Nilainya menyusut 24,35% menjadi Rp8,50 triliun dari sebelumnya Rp11,24 triliun.
Sementara itu, simpanan giro tercatat sebesar Rp1,20 triliun dan tabungan mencapai Rp1,62 triliun.
Menariknya, di tengah penurunan dana nasabah, penyaluran kredit MNC Bank justru masih tumbuh. Hingga September 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp12,02 triliun, naik 8,38% dibandingkan Rp11,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) meningkat cukup tajam, dari 80,87% menjadi 105,83%.
Secara sederhana, angka tersebut menunjukkan jumlah kredit yang disalurkan MNC Bank sudah lebih besar dibandingkan total dana pihak ketiga yang dihimpun dari nasabah.
Kredit Bermasalah Ikut Meningkat
Dari sisi neraca, total aset MNC Bank juga mengalami penurunan. Hingga akhir September 2026, aset perseroan tercatat sebesar Rp18,79 triliun, turun 8,29% dibandingkan Rp20,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, kualitas kredit perseroan turut menunjukkan tekanan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross meningkat dari 4,00% menjadi 4,64%. Sementara NPL net naik dari 2,80% menjadi 3,50%.
Baca Juga: Antam Kantongi Laba Rp9,66 Triliun, Seberapa Besar Potensi Dividennya?
Baca Juga: Laba Phapros (PEHA) Melonjak 311%, Penjualan Tumbuh 15% hingga September 2026
Rasio kredit berkualitas rendah juga mengalami kenaikan cukup besar, dari 24,41% menjadi 34,84%. Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya porsi kredit yang perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari perseroan.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) turun dari 24,50% menjadi 20,68%.
Tekanan juga terlihat pada margin bunga bersih atau net interest margin (NIM), yang menyusut dari 3,20% menjadi 2,76%. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya pendapatan bunga bersih perseroan.
Secara keseluruhan, kinerja MNC Bank hingga kuartal III-2026 menghadapi sejumlah tantangan. Laba bersih menyusut, dana nasabah berkurang, sementara rasio kredit bermasalah mengalami kenaikan.
Meski penyaluran kredit masih tumbuh, kemampuan bank menghimpun dana, mengelola biaya bunga, serta menjaga kualitas kredit menjadi sejumlah hal yang perlu dicermati dalam perkembangan bisnis MNC Bank ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: