Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rosan Target Laporan Keuangan Danantara Rampung November 2026

        Rosan Target Laporan Keuangan Danantara Rampung November 2026 Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menargetkan laporan keuangan Danantara konsolidasi Tahun Buku 2025 dapat rampung pada November 2026. 

        "Kita sudah informasikan, mudah-mudahan (laporan keuangan Danantara) selesai November," ujar dia saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

        Kendati begitu, Rosan tidak memberikan keterangan jelas apakah laporan keuangan Danantara ini turut dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. "Belum," ucapnya singkat.

        Senada, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, bilang bahwa laporan keuangan Danantara yang selama ini menjadi perhatian publik akan segera dilaporkan. Dia menyebut penyelesaian laporan Danantara Investment Management (DIM) dan Danantara Asset Management (DAM) telah rampung.

        Di sisi lain, laporan keuangan milik BPI Danantara saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

        "BPI kan sedang diperiksa oleh BPK, semua supaya jelas," kata Dony saat ditemui sebelum rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama.

        Total Aset yang Dipegang DIM

        Sebelumnya telah dilaporkan, Danantara Investment Management (DIM) mencatatkan total aset senilai Rp140 triliun hingga 30 April 2026. Jumlah tersebut naik dari total aset yang dimiliki hingga akhir 2025 sebesar Rp131,98 triliun.

        Laporan keuangan ini tercantum dalam aksi penawaran surat utang atau bertenor menengah (Global Medium Term Note) yang menyasar dana hingga USD5 miliar, atau setara Rp90,73 triliun (kurs Rp18.147 per dolar AS) pada Juni 2026.

        Mengutip laporan GMTN yang diterbitkan Bursa Efek Singapura (SGX) bertajuk DIM Offering Memorandum tertanggal 3 Juni 2026, dari total aset DIM senilai Rp140 triliun, mayoritas atau sekitar Rp123,03 triliun tersedia dalam bentuk kas dan setara kas. Kemudian, sekitar Rp16,62 triliun ditempatkan dalam instrumen investasi.

        Baca Juga: Bidik Investor Amerika, Danantara Bawa Proyek Strategis RI ke KTT G20

        Baca Juga: Bahlil Ogah Jual Murah Listrik RI, Danantara Diminta Tolak Lobi Penurunan Harga

        Adapun dari total kas tersedia, sebagian besar ditempatkan pada deposito perbankan domestik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi penerima terbesar senilai Rp55,56 triliun dalam deposito berjangka rupiah.

        Kemudian, sekitar Rp36 triliun ditempatkan secara merata di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

        Sisa Rp17,1 triliun ditempatkan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, dan Rp6 triliun di PT Bank Syariah (Persero) Tbk (BRIS).

        Sementara dari total investasi Rp16,62 triliun, mayoritas penempatannya senilai Rp11,7 triliun dialokasikan pada surat berharga yang dalam laporan keuangan dijelaskan sebagai penempatan reksa dana.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: