- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IPCC Pertahankan Dividen 80% pada 2026, Bidik Ekosistem Logistik Otomotif Terpadu
Kredit Foto: IPCC
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berkomitmen mempertahankan pembagian dividen sebesar 80% dari laba bersih untuk tahun buku 2026. Perusahaan yang merupakan bagian dari subholding PT Pelindo Multi Terminal ini juga memastikan tetap membagikan dividen interim kepada pemegang saham.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya IPCC menjaga kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Perseroan menyatakan kebijakan pembagian dividen tahun 2026 akan mengikuti rasio yang sama seperti tahun sebelumnya, meski industri logistik masih menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.
Direktur Utama IPCC Wing Megantoro mengatakan, perseroan akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan pasar dan persaingan industri otomotif, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut dia, perusahaan berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap solid melalui penguatan mitigasi risiko serta pemanfaatan peluang bisnis, terutama dari aktivitas ekspor dan impor kendaraan.
“Kami berupaya menjaga kinerja tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan eksternal. Caranya dengan memperkuat mitigasi risiko, menangkap peluang di pasar regional, serta memaksimalkan potensi ekspor dan impor kendaraan,” ujar Wing.
Untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dinamika geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan internasional, IPCC menyiapkan strategi pengembangan bisnis melalui konsep IPCC Integrated Auto Solutions.
Melalui strategi ini, IPCC tidak lagi hanya mengandalkan layanan bongkar muat kendaraan di pelabuhan. Perseroan juga memperluas cakupan bisnis ke berbagai layanan pendukung, mulai dari pengelolaan distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), hingga transportasi darat.
Dengan demikian, IPCC berupaya membangun layanan logistik kendaraan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir atau end-to-end.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari peta jalan bisnis IPCC periode 2026–2030 yang dibagi ke dalam tiga tahap.
Pada 2026–2027, perseroan akan berfokus pada penyelarasan dan konsolidasi bisnis. Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, standardisasi terminal kendaraan, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan bisnis transportasi darat melalui pertumbuhan anorganik. IPCC juga berencana memperluas terminal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) di sejumlah wilayah baru.
Baca Juga: Trafik IPCC Melonjak, General Cargo Meledak 114% hingga Agustus 2026
Baca Juga: Antam Kantongi Laba Rp9,66 Triliun, Seberapa Besar Potensi Dividennya?
Memasuki 2028–2029, IPCC akan memperkuat bisnis dengan meningkatkan pangsa pasar, menjalin kerja sama strategis dengan produsen kendaraan (automaker), serta mengembangkan layanan logistik kendaraan yang lebih ramah lingkungan melalui konsep green car terminal.
Adapun pada 2030, perseroan menargetkan terbentuknya ekosistem industri otomotif yang terintegrasi. Pengembangan ini akan mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG), sekaligus memperkuat standar layanan logistik kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) secara menyeluruh.
Bidik Peluang dari Ekspor dan Impor Kendaraan
Di tengah perubahan pasar otomotif, IPCC melihat masih terdapat peluang untuk meningkatkan aktivitas bisnis. Perseroan mencermati sejumlah faktor, mulai dari berakhirnya insentif untuk jenis kendaraan listrik tertentu hingga perubahan pola pasokan kendaraan global.
Di sisi lain, peluang pertumbuhan datang dari peningkatan impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah. IPCC juga melihat potensi kenaikan ekspor kendaraan dari sejumlah merek besar, termasuk Toyota, serta terbukanya pasar ekspor baru di kawasan regional.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, IPCC akan terus memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kualitas operasional. Perseroan menargetkan penerapan standar zero accident dan zero damage guna menjaga keselamatan serta meminimalkan kerusakan kendaraan selama proses penanganan dan distribusi.
Melalui pengembangan layanan terintegrasi, perluasan pasar, dan penguatan operasional, IPCC optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perseroan juga berharap kinerja yang solid dapat menopang komitmen pembagian dividen sekaligus mempertahankan kepercayaan investor.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: