Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT FWD Insurance Indonesia Syariah (FWD Syariah) menghadapi tantangan memperluas pasar asuransi jiwa syariah di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang. Meski masyarakat semakin selektif mengatur pengeluaran, perusahaan menilai kebutuhan perlindungan justru semakin penting ketika risiko ekonomi meningkat.
Direktur Utama FWD Syariah Ade Bungsu mengatakan kebutuhan proteksi tidak seharusnya bergantung pada kondisi perekonomian. Sebab, ketika ekonomi memburuk, masyarakat justru membutuhkan perlindungan untuk menghadapi berbagai risiko, termasuk kehilangan pekerjaan maupun musibah yang tidak terduga.
"Dalam situasi ekonomi buruk, justru proteksi itu menjadi tulang punggung," ujar Ade dalam acara Grand Launching Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah FWD Syariah di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurut Ade, asuransi semestinya ditempatkan sebagai kebutuhan primer, bukan sekadar pengeluaran sekunder atau tersier. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu contoh bagaimana perlindungan finansial dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Meski demikian, perluasan pasar asuransi masih menghadapi tantangan berupa rendahnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk perlindungan. Ade menilai persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada asuransi syariah, tetapi juga produk asuransi konvensional.
"Jadi enggak melulu bahwa asuransi itu selalu dikaitkan dengan hal yang mahal. Banyak pilihan kepada semua calon nasabah. Semua pilihan itu banyak, dari yang paling murah sampai yang paling mahal sebenarnya," katanya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, FWD Syariah mengembangkan produk perlindungan berbasis syariah sekaligus memanfaatkan tiga kanal distribusi, yakni keagenan, kemitraan bisnisĀ bancassurance, dan penjualan langsung.
Baca Juga: FWD Spin-Off Bisnis Syariah, Modal Asetnya Sudah Rp246 Miliar
Baca Juga: Indeks Keuangan Pelajar Hanya 62,72%, FWD Insurance dan PJI Dorong Literasi Finansial Sejak Dini
Perusahaan juga memperluas pilihan produk sebagai strategi menjangkau segmen pasar baru. Langkah tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang lebih besar bagi tenaga pemasar dan mitra bisnis untuk menawarkan solusi perlindungan kepada calon peserta.
Ade menambahkan, dinamika ekonomi dan fluktuasi nilai tukar juga dapat menghadirkan peluang bisnis bagi perusahaan asuransi.
"Jadi misalkan dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, ada juga opportunity, dengan kurs dolar atau kurs nonrupiah, juga fluktuasi, ada kesempatan di situ," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri