Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kinerja Laba Melesat, PGEO Buka Peluang Bagi Dividen di Atas 50%

        Kinerja Laba Melesat, PGEO Buka Peluang Bagi Dividen di Atas 50% Kredit Foto: PGE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membuka peluang membagikan dividen dengan rasio lebih dari 50% laba bersih. Peluang ini muncul setelah perseroan mencatatkan pertumbuhan laba dan produksi energi sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, besaran dividen tetap akan mempertimbangkan keputusan pemegang saham serta kebutuhan dana untuk ekspansi bisnis.

        Hingga September 2026, PGEO membukukan laba bersih sebesar US$126,62 juta, tumbuh 21,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut setara sekitar 92% dari laba bersih sepanjang 2025 yang mencapai US$137,7 juta.

        Kinerja positif ini membuka ruang bagi PGEO untuk mempertimbangkan pembagian keuntungan yang lebih besar kepada pemegang saham. Apalagi, perseroan memiliki rekam jejak membagikan dividen dengan rasio tinggi. Untuk tahun buku 2025, PGEO membagikan dividen tunai sebesar US$123,90 juta atau setara dengan dividend payout ratio (DPR) 89,9%.

        Direktur Keuangan PGEO, Fransetya H. Hutabarat menjelaskan, prospektus perseroan menetapkan kebijakan pembagian dividen maksimal 50% dari laba bersih. Meski demikian, rasio tersebut dapat ditingkatkan apabila mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

        Dia menyatakan tetap mempertimbangkan kepentingan investor seiring pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2026.

        “Tujuan kami di sini adalah bagaimana investor kita itu bisa merasa terpuaskan oleh performance kita. Jadi ini bisa terjadi dalam arti bahwa kita kan meng-generate performance all-time high kita, dan tentunya ingin memberikan dampak kepada shareholding kita,” ujar Frans dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

        Dari sisi operasional, PGEO juga mencatatkan produksi energi sebesar 4.113 gigawatt-hour (GWh) selama Januari–September 2026. Produksi tersebut meningkat 9,86% secara tahunan sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan.

        Besarnya potensi dividen dapat dilihat melalui simulasi sederhana. Jika PGEO menerapkan DPR 50% terhadap laba bersih sembilan bulan pertama 2026, nilai pembagian dividen secara ilustratif mencapai US$63,31 juta. 

        Sementara itu, jika menggunakan rasio 89,9% seperti tahun buku 2025, nilainya sekitar US$113,83 juta.

        Namun, kedua angka tersebut bukan proyeksi resmi ataupun keputusan pembagian dividen. Nilai aktual akan ditentukan berdasarkan laba bersih tahun buku penuh, kondisi keuangan, serta persetujuan RUPS.

        Baca Juga: IPCC Pertahankan Dividen 80% pada 2026, Bidik Ekosistem Logistik Otomotif Terpadu

        Baca Juga: Cinema XXI Catat Pendapatan Rp4,2 Triliun, Siap Bagikan Dividen Interim Rp333,1 Miliar

        Di sisi lain, PGEO juga perlu menjaga ketersediaan dana untuk membiayai ekspansi bisnis panas bumi. Perseroan tengah menjalankan strategi peningkatan kapasitas pembangkit menjadi 1,04 gigawatt (GW) pada 2028.

        Karena itu, manajemen perlu menyeimbangkan imbal hasil bagi pemegang saham dengan kebutuhan investasi jangka panjang. Pembagian dividen yang lebih besar harus tetap memperhitungkan kemampuan arus kas dan kebutuhan pendanaan proyek.

        Dalam prospektus, PGEO menyebut penetapan jumlah serta pembayaran dividen tunai dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain laba ditahan, kinerja operasional, arus kas, prospek usaha, dan kondisi keuangan perseroan. Pertimbangan lain yang dinilai relevan oleh pemegang saham juga dapat memengaruhi keputusan akhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: