Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Melonjak 2,29%, Kembali Tembus Level 5.000 pada Perdagangan Pagi

        IHSG Melonjak 2,29%, Kembali Tembus Level 5.000 pada Perdagangan Pagi Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Setelah dibuka naik 1,6% ke level 4.998,34, indeks terus melaju hingga mencapai 5.032,21 atau menguat 2,29% dibandingkan penutupan sebelumnya.

        Penguatan tersebut membawa IHSG kembali menembus level psikologis 5.000. Hingga perdagangan pagi, mayoritas saham juga bergerak di zona hijau.

        Sebanyak 331 saham tercatat menguat, sementara 101 saham melemah dan 132 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

        Aktivitas transaksi juga terpantau ramai. Volume perdagangan mencapai 1,15 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp409,62 miliar, dan frekuensi perdagangan tercatat 41.200 kali.

        Sentimen Global Jadi Penopang IHSG

        Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari pasar global. Phintraco Sekuritas menilai kenaikan bursa Wall Street, penurunan harga minyak mentah, serta rebound harga emas berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.

        Dalam riset hariannya, Phintraco mencatat indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat signifikan pada Rabu (4/11/2026). Salah satu sentimen yang turut mendukung pasar adalah hasil pemilu paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat.

        Dari pasar komoditas, harga minyak mentah turun lebih dari 8% hingga kembali berada di bawah US$100 per barel. Sebaliknya, harga emas spot melonjak 3,41% ke level US$4.061 per troy ounce.

        Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke level 4,898%.

        Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Sideways di 4.800–5.000, Sentimen Global Jadi Penopang

        Baca Juga: IHSG Berbalik Bangkit 0,32% ke Level 4.919,77, Setelah Sempat Terpukul di Zona Merah

        Phintraco menilai kombinasi penguatan Wall Street, penurunan harga minyak mentah dan dolar AS, serta kenaikan harga emas berpotensi memberikan dorongan positif bagi IHSG.

        Dari dalam negeri, investor juga mencermati rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 pada Kamis (5/11). Phintraco memperkirakan ekonomi nasional tumbuh 1,3% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), melambat dibandingkan pertumbuhan 3,73% pada kuartal II 2026.

        Sebelum perdagangan dibuka, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak mendatar (sideways) di kisaran 4.800–5.000. Namun, pada perdagangan pagi, indeks justru telah bergerak naik hingga menembus batas atas kisaran tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: