Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Cuma Nikel, Menperin Bidik Hilirisasi Sawit, Kelapa hingga Rumput Laut

        Tak Cuma Nikel, Menperin Bidik Hilirisasi Sawit, Kelapa hingga Rumput Laut Kredit Foto: Abdul Aziz
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah ingin memperluas agenda hilirisasi industri ke sektor berbasis sumber daya alam di luar mineral. Kelapa sawit, kelapa, rumput laut, hingga sagu menjadi sejumlah komoditas yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.

        Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat basis industri nasional.

        Menurutnya, kekayaan komoditas tersebut seharusnya tidak berhenti pada aktivitas produksi dan penjualan bahan mentah. Pemerintah ingin mendorong pengembangan industri pengolahan agar menghasilkan lebih banyak produk turunan.

        "Strateginya tentu bukan hanya menjual komoditas, tetapi perlu memperdalam hilirisasi, memperkuat riset dan inovasi sehingga keunggulan sumber daya alam kita tadi itu bisa kita ubah dari keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Sarmuji dalam acara Indonesia Food Innovation 2026 di PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11/2026).

        Dia mencontohkan kelapa sawit yang masih memiliki ruang pengembangan melalui berbagai produk turunannya. Penguatan industri tersebut juga perlu memperhatikan prinsip ekonomi sirkular agar limbah produksi dapat dimanfaatkan kembali.

        Selain sawit, kelapa juga menjadi komoditas yang ingin dimaksimalkan pengolahannya. Indonesia memiliki sumber daya kelapa yang melimpah, sehingga pengembangan industri turunannya dinilai dapat membuka peluang penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

        Sarmuji turut menyoroti potensi rumput laut. Dengan wilayah pesisir dan perairan yang luas, Indonesia memiliki peluang mengembangkan industri berbasis komoditas tersebut, tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga energi alternatif.

        "Bahkan penelitian sudah sampai dia bisa menghasilkan, bisa dijadikan biofuel," ujarnya.

        Komoditas lainnya adalah sagu yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia Timur, terutama Maluku dan Papua. Sarmuji juga menyebut keberadaan tanaman sagu di sejumlah wilayah Sumatera yang pemanfaatannya masih perlu dikembangkan.

        Baca Juga: Menperin Tantang Industri Mamin RI: Jangan Biarkan Kapasitas Produksi Menganggur

        Baca Juga: Dibuka Menperin, KRISTAInterFOOD 2026 Bawa 100 UMKM dari Thailand, Cina, hingga AS

        Kementerian Perindustrian berencana memperdalam pembahasan pengembangan industri berbasis sagu melalui forum yang melibatkan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Maluku dan Bupati Seram Bagian Timur.

        Sarmuji menilai pengembangan komoditas khas Indonesia dapat menjadi keunggulan industri yang sulit ditiru negara lain. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan riset, inovasi, dan penguatan rantai pengolahan agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

        "Kita harus kembangkan seluruh industri yang khas Indonesia menjadi advantage yang tidak bisa ditiru oleh negara lain karena hanya ada melimpah di Indonesia," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: