Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Siapkan Standar Baru Peternakan Ayam Modern

        Danantara Siapkan Standar Baru Peternakan Ayam Modern Kredit Foto: Andi Aliev
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan industri unggas terintegrasi berteknologi modern yang disiapkan menjadi standar baru nasional. 

        Hal tersebut ditegaskan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam rapat bersama jajaran direksi PTPN I, PTPN III, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Berdikari pada akhir Oktober 2025 lalu.

        Dony menyatakan, pengembangan industri unggas terintegrasi berbasis teknologi modern yang diharapkan mampu menjadi standar baru bagi industri nasional

        "Kita mengembangkan satu bisnis yang kita harapkan ini mampu bersaing dan menjadi benchmark," ujar dia dalam unggahan resmi akun Instagram @bumn_id, Kamis (5/11/2026).

        Dikatakan Dony, pengembangan industri ini diarahkan untuk membangun ekosistem peternakan ayam yang efisien, produktif, dan berdaya saing tinggi untuk imbal hasil keuntungan jangka panjang. 

        "Investment itu bukan berapa besar/kecil yang dihitung, tapi return on investment-nya. Selama return on investment-nya bagus, kita mau invest. Jadi tetap dipastikan masuk dalam satu industri itu harus jadi pemenang," tuturnya. 

        Menurut dia, pengembangan industri unggas terintegrasi mengutamakan kualitas manajemen, pemanfaatan teknologi modern, serta efisiensi biaya produksi.

        Setiap keputusan investasi, pemilihan lokasi, dan pengelolaan rantai pasok harus didasarkan pada kelayakan bisnis, perencanaan yang matang, serta tata kelola yang profesional dan transparan. 

        "Apapun yang kita lakukan di Danantara itu harus menjadi acuan, benchmark bagi industri, seluruh industri yang ada di Indonesia. Makanya apa yang kita lakukan sekarang kita betul-betul sangat concern terhadap kualitas manajemen," imbuh Dony.

        Baca Juga: Kelola Dana Triliunan Dolar, Investor Global Siap Merapat ke Forum Danantara di Bali

        Baca Juga: Laba Danantara Investment Management (DIM) Tembus Rp705 Miliar per Akhir April 2026

        Pendekatan ini ditujukan untuk menghasilkan industri yang kompetitif, memberikan imbal hasil investasi yang optimal, dan mampu menjadi acuan bagi pelaku industri nasional.

        Sebagai bagian dari proyek hilirisasi ayam terintegrasi, salah satu fasilitas di Malang, Jawa Timur ditargetkan rampung pada Mei 2027.

        Fasilitas tersebut dirancang dengan mengedepankan teknologi modern, standar kebersihan, serta pengelolaan operasional yang tertata dan profesional. Melalui proyek ini, BP BUMN dan Danantara berupaya menghadirkan model industri peternakan yang dapat menjadi tolak ukur nasional sekaligus memperkuat ekosistem pangan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. 

        "Nanti saya mau lihat. Memang ini integrated, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata. Yang untuk pekerjaan yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden dan Bapak Menteri adalah di Malang yaitu targetnya bulan Mei akan selesai," pungkas Dony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: