Dokter Tifa Kaitkan Foto Jokowi di Ruang Sidang dengan Tragedi Kanjuruhan hingga KM 50
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengaitkan foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang jongkok merapikan map di ruang sidang dengan sejumlah tragedi dan peristiwa yang menurutnya menyisakan banyak korban.
Dokter Tifa menyebut tragedi Kanjuruhan, kematian sekitar 900 petugas KPPS pada Pilpres 2019, hingga peristiwa KM 50. Dia menyampaikan pernyataan tersebut saat mengomentari foto Jokowi yang beredar setelah persidangan.
“Jika melihat foto tersebut, lanjut Dokter Tifa, publik diingatkan pada tragedi Kanjuruhan yang menelan 300 korban, sekitar 900 petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pilpres 2019, serta para syuhada KM 50,” demikian pernyataan Dokter Tifa saat mengomentari foto Jokowi yang beredar setelah persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Menurut Dokter Tifa, masyarakat seharusnya tidak hanya melihat momen Jokowi yang tampak mengharukan di ruang sidang. Dia justru menilai ada persoalan lain yang perlu diingat publik terkait polemik ijazah Jokowi.
Dokter Tifa juga menyebut Jokowi sebagai sosok yang paling jago melakukan playing victim. Dia mempertanyakan alasan Jokowi meletakkan map dokumen di lantai, padahal menurut pengalamannya, kursi di ruang sidang cukup lebar untuk menampung map tersebut.
Dokter Tifa mengaku telah duduk di kursi yang sama setiap Kamis, seminggu sekali sejak 2 Juli 2026. Menurutnya, map tipis bisa diletakkan di pangkuan ataupun di belakang punggung tanpa harus ditaruh di lantai.
“Yang salah setting adalah, isi map itu adalah ijazah-ijazah yang dibangga-banggakan dan diklaim dimiliki. Masa iya taruh di lantai? Demi apa coba?” ungkap Dokter Tifa.
“Demi meraih simpati masyarakat melihat foto ini. Padahal apa yang orang ini lakukan terhadap saya?” lanjutnya.
Dia kemudian mengklaim Jokowi berniat memenjarakan dirinya selama 8 hingga 12 tahun. Dokter Tifa menyebut total ancaman hukuman yang dihadapinya mencapai 20 tahun karena meneliti dugaan ijazah Jokowi.
Dokter Tifa juga mengungkit Bambang Tri dan Gus Nuril yang disebutnya sebagai dua korban pemenjaraan dalam polemik terkait Jokowi.
“Dan kini, dia dengan kekuasaan yang dijaga oleh mantan Kapolri yang masih tersiksa, memaksakan pasal-pasal dengan hukuman berat kepada saya,” ujarnya.
Baca Juga: Rugi Immaterial, Jokowi Merasa Dihina Roy Suryo
Dalam persidangan itu, Dokter Tifa mengaku sempat bertanya langsung kepada Jokowi mengapa tidak menunjukkan ijazahnya meski polemik tersebut telah berlangsung sejak 2016.
“Sudah 10 tahun, sejak 2016, ijazah saudara dipertanyakan, sampai membawa dua korban dipenjarakan. Sampai berkali-kali sidang menggugat ijazah. Mengapa tidak ada rasa hati untuk menunjukkan saja ijazah itu kalau memang yakin punya ijazah?” kata Dokter Tifa saat menceritakan pertanyaannya.
Sementara itu, foto Jokowi jongkok merapikan map di ruang sidang sebelumnya diunggah akun X Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI menyebut momen tersebut sebagai adegan yang mengharukan dan menilai Jokowi menjalani persidangan dengan tertib serta menghormati hukum.
Politikus Partai Demokrat Yan A. Harahap memberikan respons berbeda. Dia mengingatkan publik agar tidak mudah bersimpati terhadap momen tersebut.
“Jangan mudah iba dan terperdaya. Di balik sesuatu yang tampak sederhana, bisa tersembunyi daya rusak yang amat dahsyat,” tulis Yan melalui akun X pribadinya, Jumat (6/11/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama