Bank Ueno Runtuh, Presiden Paraguay Terseret Kasus dan Digantikan Wakilnya
Kredit Foto: IG @santipenapy
Krisis perbankan yang menjerat Ueno Bank berujung pada pemakzulan Presiden Paraguay Santiago Peña. Senat Paraguay memutuskan memberhentikan Peña setelah 44 dari 45 anggota memberikan suara setuju dalam sidang pemakzulan pada Jumat (6/11/2026).
Keputusan tersebut diambil sehari setelah Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay menyetujui pemakzulan Peña dengan suara bulat, yakni 78 suara berbanding nol. Wakil Presiden Pedro Alliana kemudian dilantik sebagai presiden untuk melanjutkan masa jabatan hingga 2028.
Krisis Ueno Bank menjadi pemicu kejatuhan politik Peña karena jutaan nasabah kehilangan akses terhadap simpanan dan layanan perbankan setelah bank tersebut ditutup akibat masalah solvabilitas.
Menurut laporan Associated Press (AP), Ueno Bank memiliki hampir 3 juta nasabah. Penutupan operasional bank tersebut membekukan akses terhadap tabungan, penarikan tunai, pembayaran digital, dan penggunaan kartu perbankan.
Krisis ini juga memicu demonstrasi masyarakat yang menuntut pengembalian dana nasabah serta pertanggungjawaban pemerintah.
Hubungan Peña dengan Ueno Bank Jadi Persoalan
Pemakzulan Peña berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan pengaruh dalam pengelolaan Ueno Bank.
Anggota parlemen menyoroti hubungan bisnis Peña dengan kelompok usaha yang mengendalikan bank tersebut. Peña diketahui pernah memiliki kepentingan di perusahaan induk Ueno, sebelum melepas kepemilikannya pada tahun sebelumnya.
Selain itu, parlemen mempertanyakan penempatan dana publik di Ueno Bank serta pengawasan regulator terhadap kondisi keuangan bank tersebut.
Dalam proses pemakzulan, DPR menuduh Peña melakukan kelalaian serius dan sistematis dalam menjalankan tugasnya terkait persoalan Ueno Bank.
Peña sebelumnya sempat mengumumkan pengunduran diri melalui pernyataan di media sosial. Ia menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas negara, kedamaian sosial, dan keberlangsungan institusi publik.
Namun, Kongres tetap melanjutkan proses pemakzulan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencabut kekebalan hukum yang berpotensi diperoleh Peña apabila pengunduran dirinya diterima tanpa melalui pemakzulan.
Peña Jadi Tahanan Rumah, Tiga Perkara Pidana Dibuka
Persoalan Peña tidak berhenti pada pemecatan dari jabatan presiden. Kejaksaan Paraguay juga membuka penyelidikan pidana terkait krisis Ueno Bank.
Sejumlah dugaan pelanggaran yang menjadi perhatian penyidik mencakup penyalahgunaan kepercayaan, perdagangan pengaruh, serta dugaan penggunaan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Setelah pemakzulan, Peña ditempatkan dalam tahanan rumah sambil menunggu proses hukum berikutnya. Penetapan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang masih berjalan, bukan putusan bersalah dalam perkara pidana.
Krisis Ueno Bank turut menyeret sejumlah pejabat dan mantan pejabat pemerintah. Penyelidikan juga mencakup pengawasan regulator terhadap bank serta penempatan dana publik di lembaga keuangan tersebut.
Kolapsnya Ueno Bank menjadi persoalan besar karena lembaga keuangan tersebut melayani hampir 3 juta nasabah. Pembekuan akses terhadap simpanan dan transaksi perbankan memicu keresahan masyarakat serta tekanan terhadap pemerintah.
Bank Sentral Paraguay sebelumnya mengambil alih pengelolaan Ueno Bank setelah rasio solvabilitasnya jatuh di bawah setengah dari batas minimum yang diwajibkan secara hukum.
Meski demikian, otoritas menyatakan persoalan tersebut merupakan kasus tersendiri dan tidak mencerminkan kondisi seluruh sistem perbankan Paraguay.
Pemerintah dan otoritas keuangan kini menghadapi tantangan untuk menyelesaikan persoalan dana nasabah sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana kegagalan sebuah bank besar dapat berkembang menjadi krisis kepercayaan, persoalan perlindungan nasabah, hingga mengguncang stabilitas politik suatu negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: