Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Meski saat Ini Dekat, Pakar Sebut Megawati Nggak Akan Rela Kalau Prabowo dan Gerindra Jadi...

Meski saat Ini Dekat, Pakar Sebut Megawati Nggak Akan Rela Kalau Prabowo dan Gerindra Jadi... Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik M. Qodari memberika analisisnya terkait wacana Prabowo disandingkan dengan Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Qodari, tidak akan mungkin Jokowi menjadi wakil Prabowo. Apalagi saat ini Ketum Gerindra itu merupakan anak buah Jokowi di pemerintahan.

Jika dalam hitungan politiknya, PDIP pun tidak akan sudi kader bintangnya dijadikan nomor dua pada pilpres 2024 mendatang.

"Karena kalau pasangannya adalah Prabowo-Jokowi maka yang akan menjadi pemenang pemilu legislatif adalah Gerindra. Posisi PDIP sebagai partai pemenang Pemilu akan turun bergeser karena kalah populer oleh Partai Gerindra,” kata Qodari di Jakarta, Minggu (16/1).

Baca Juga: Anaknya Jokowi Kena Lapor ke KPK, Pengamat Ini Malah Beri Sorotan ke Ubed Sampai Singgung Soal...

Dia mengatakan, PDIP akan menjadi kendala besar jika pasangan calon Prabowo-Jokowi maju dalam pertarungan Pilpres mendatang.

Sebab, PDIP sejauh ini masih ingin membangun skenario tunggal dengan mengusung paket pasangan Prabowo-Puan Maharani.

"Karena apa? Karena kalau Prabowo-Puan maka yang akan menjadi pemenang Pemilu legislatif adalah Partai Gerindra,” ujarnya.

Menurut Qodari, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak akan rela menempatkan Jokowi di posisi kedua.
Hal itu akan menjadikan partai banteng moncong putih akan turun derajatnya dikangkangi Gerindra.

"Jadi apakah bisa atau nggak tanya dengan Bu Megawati. Tapi saya menduga Bu Mega cenderung tidak mau," jelasnya.

Baca Juga: Terlihat Masih Ngotot Pasang Puan, Ternyata Duet Prabowo dan Ganjar Pranowo Lebih Menggoda

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan