Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Hanya Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Sebut Proyek DME Buat Negara Bisa Hemat Rp9,7 Triliun

Tak Hanya Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Sebut Proyek DME Buat Negara Bisa Hemat Rp9,7 Triliun Kredit Foto: Twitter/Erick Thohir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) memberikan multiplier effect. Dia mengatakan proyek ini akan menarik investasi asing dan memberdayakan industri nasional melalui penggunaan porsi TKDN. 

“Gasifikasi batu bara memberikan nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro karena sejalan dengan arahan presiden untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke ekonomi hijau serta energi baru dan terbarukan,” kata Erick.

Erick menuturkan proyek ini juga akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Sebab, proyek ini merupakan strategi pemerintah untuk mengolah batu bara yang produksinya melimpah di dalam negeri. 

Lebih lanjut, Erick berkata DME akan menggantikan LPG yang hingga saat ini pengadaannya masih impor. Dia berkata impor gas telah menjadi beban APBN selama ini. 

Sehingga penghematan cadangan devisa dapat cicapau hingga hingga Rp9,7 triliun per tahun jika gasifikasi batu bara dapat dioptimalkan untuk mengganti LPG.

Di sisi lain, Erick mengatakan program gasifikasi batu bara juga sebagai bentuk penguatan energi hijau Indonesia. Dia mengaku tak ingin melimpahnya sumber daya alam (SDA) justru menjadi bahan bagi pertumbuhan negara lain. 

“Hilirisasi sumber daya alam dengan gasifikasi batubara menjadi gas DME untuk mengurangi impor LPG merupakan bagian dari transformasi BUMN agar siap menghadapi pasar global,” kata Erick.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan