Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Khofifah Ajak Perkuat Kemanusiaan Lewat Pengabdian Masyarakat

Khofifah Ajak Perkuat Kemanusiaan Lewat Pengabdian Masyarakat Kredit Foto: Instagram Khofifah Indar Parawansa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh peserta seminar International Conference on Research and Community Services (ICORcs) 2022 untuk menggencarkan Community Services atau pengabdian ke masyarakat.

"Model-model community services seperti pendidikan vokasi, panti asuhan serta upaya pemberdayaan lainnya dapat memberi solusi atas berbagai masalah sosial yang terjadi sekitar kita," katanya dalam keterangan pers Senin (27/6/2022).

Ia mengatakan, hal itu penting sebagai bentuk memperkuat hablumminannas atau hubungan antarmanusia serta wujud kesolehan sosial khususnya berupa program perlindungan dan pemberdayaan.

Khofifah menyampaikan layanan sosial kemasyarakatan erat kaitannya dengan pentingnya solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

"Jika kita fokus pada penanganan pengurangan stunting, pemenuhan gizi bayi dan balita serta panti asuhan untuk anak terlantar dan anak yang terlahir tidak diinginkan jika dikaitkan dengan tujuan syariah yaitu Hifz Al-Nasl atau memelihara generasi penerus," ujarnya.

Ia mengajak segenap peserta untuk menjaga interaksi yang sehat dengan sesama. Tak hanya menjaga hubungan baik antar manusia, namun juga menekan pergaulan bebas agar tak berujung pada perilaku seks bebas yang bisa berakibat pada unwanted pregnancy (kehamilan yang tidak diinginkan) akhirnya unwanted child (kelahiran yang tidak diinginkan).

Gubernur Khofifah juga menjelaskan, salah satu dampak negatif kehamilan di luar pernikahan adalah pemenuhan hak dan perlindungan anak baik pendidikan, kesehatan maupun perlindungan sosial. Sehingga berpotensi pada penelantaran anak.

"Kita sering mendengar ada bayi ditinggalkan di rumah sakit usai kelahiran, kadang ditemukan dekat tempat pembuangan sampah, di pinggir jalan dan sebagainya. Semua berpotensi pada penelantaran anak. Saya mengajak masyarakat lebih banyak lagi melakukan aksi sosial untuk memberikan layanan kemanusiaan," katanya.

Karena itu, Gubernur Khofifah mendorong segenap masyarakat Jatim, termasuk peserta ICORcs 2022 untuk memikirkan format layanan masyarakat yang sesuai dengan problem yang kita hadapi untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang ada.

Ia mencontohkan keberadaan sebuah pesantren untuk anak- anak yang terlahir dari kehamilan yang tidak diinginkan. Di pesantren tersebut anak- anak diberi nama dengan nana tokoh nasional dan internasional. "Sejak kecil mereka diberi nama-nama tokoh besar agar semangat hidup mereka terbentuk," katanya.

Di akhir, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun mengimbau agar community services dilaksanakanseiring dengan program-program dari elemen strategis lainnya termasuk dengan pemkab, pemkot dan Pemprov Jatim. Terdapat 500 peserta mengikuti ICORcs 2022 yang tahun ini mengambil tema

"Memperkuat humanisme Islam dalam konteks masyarakat sipil" yang berlangsung di di Masjid Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan