Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Cetak Laba Rp7,31 Triliun di 2025, Melejit 122%

Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Cetak Laba Rp7,31 Triliun di 2025, Melejit 122% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025. Emiten milik Sandiaga Uno ini berhasil membukukan laba bersih Rp7,31 triliun, meningkat tajam 122,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,29 triliun.

Kenaikan laba tersebut turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp540, lebih tinggi dibandingkan Rp243 pada tahun sebelumnya.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan laba berasal dari keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek lainnya yang mencapai Rp4,13 triliun, melonjak dari Rp1,47 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, penghasilan dividen dan bunga tercatat Rp2,86 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp3,84 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, penghasilan lainnya tercatat Rp11,17 miliar, turun dari Rp14,99 miliar.

Adapun perubahan nilai wajar properti investasi tercatat Rp678 juta, meningkat dari Rp476 juta pada tahun sebelumnya.

Dari sisi beban, beban usaha relatif stabil di Rp232,55 miliar, sedikit naik dari Rp232,42 miliar. Beban lainnya tercatat Rp10,56 miliar, meningkat dari Rp9,46 miliar.

Baca Juga: Selain di Saratoga, Sandiaga Uno Miliki Saham di Dua Emiten Tambang Ini

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Emiten Low Tuck Kwon (MYOH) Kompak Ambruk pada 2025

Perusahaan juga mencatat kerugian neto selisih kurs Rp1,04 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Rp32,14 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, kerugian neto atas instrumen keuangan derivatif lainnya tercatat Rp387 juta, naik dari Rp318 juta.

Sementara itu, beban bunga meningkat menjadi Rp165,2 miliar dari sebelumnya Rp153,18 miliar. Dengan berbagai komponen tersebut, laba sebelum pajak perseroan tercatat Rp6,6 triliun, meningkat dari Rp4,91 triliun pada periode sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp62,51 triliun pada 2025, dibandingkan Rp57,84 triliun pada 2024. Sementara itu, liabilitas turun menjadi Rp3,59 triliun dari sebelumnya Rp6,06 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp58,91 triliun dari Rp51,77 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri