Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bulog Diminta Beli Beras dengan Fleksibilitas Harga

Bulog Diminta Beli Beras dengan Fleksibilitas Harga Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menugasi Perum Bulog menggunakan skema fleksibilitas harga dalam menyerap gabah/beras petani pada musim panen gadu tahun ini.

Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah secara intens memonitor dan mengevaluasi penerapan kebijakan pangan nasional agar sesuai dengan kondisi terkini.

Hal itu agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. Salah satu kebijakan tersebut adalah saat ini Pemerintah tengah melakukan penguatan stok beras.

“Telah diputuskan tentang kebijakan pembelian gabah/beras petani dengan fleksibilitas harga. Selanjutnya dalam rangka penguatan stok CBP untuk melakukan pembelian gabah atau beras dengan menggunakan fleksibilitas harga,” kata Airlangga.

Panen gadu petani diperkirakan akan menghasilkan panen sebesar 5 juta ton. Untuk itu, Bulog diharapkan dapat menyerap sampai dengan 1,2 juta ton dengan fleksibilitas harga.

Airlangga menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2022, bahan makanan mengalami deflasi sebesar 2,64% (mtm). Secara rinci, komoditas bahan makanan yang memberikan andil deflasi pada bulan Agustus 2022 adalah bawang merah 0,15%, cabai merah 0,12%, cabai rawit 0,07%, minyak goreng 0,06%, daging ayam ras 0,06%, tomat 0,03%, ikan segar, jeruk dan bawang putih masing-masing 0,01%.

Sementara komoditas yang memberikan andil dalam inflasi yaitu Telur Ayam Ras dan Beras masing-masing 0,02%.

“Dari angka tersebut, pemerintah meminta seluruh Gubernur untuk membantu menekan harga inflasi kenaikan harga melalui berbagai upaya antara lain dengan operasi pasar dan mengatur transportasi sebagai dukungan memperlancar distribusi,” pungkas  Airlangga.

Baca Juga: Jakarta Banjir, Anies Baswedan Kembali Diserang: 5 Tahun Serasa Tidak Punya Gubernur

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: