Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lewat Sekoper Cinta, 925 Ibu Rumah Tangga Ikuti Pelatihan e-Commerce

Lewat Sekoper Cinta, 925 Ibu Rumah Tangga Ikuti Pelatihan e-Commerce Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Sebanyak 925 perempuan yang didominasi ibu rumah tangga mengikuti pelatihan vokasional Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita atau Sekoper Cinta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, jumlah peserta tersebut merupakan alumni terbaik Sekoper Cinta dari tahun 2019-2021. Secara keseluruhan, total lulusan Sekoper Cinta hingga saat ini berjumlah 34.900 orang (2.700 tahun 2019, 2.700 tahun 2020, dan sebanyak 29.500 orang tahun 2021).

Baca Juga: Penyaluran BLT BBM di Jawa Barat Capai 45%, Tertinggi di Sukabumi

"Sekarang dalam rangka menaikkan kualitas yang terpilih dari 34.000 alumni akan kami latih keterampilan yang bersifat teknologis," kata Emil kepada wartawan saat membuka pelatihan Sekoper Cinta di Kota Bandung, Senin (19/9/2022).

Emil menyebutkan, pelatihan vokasional Sekoper Cinta kali ini akan digelar di sejumlah SMK terbaik di 27 Kabupaten/ Kota di Jabar mulai hari ini sampai 20 Oktober 2022. Selain e-commerce, mereka akan diberikan pelatihan teknologi informatika, menjahit, kecantikan, dan memasak.

"Lokasi pelatihan di sejumlah SMK terbaik di 27 Kabupaten/ Kota. Nanti hasil karya produk mereka dijual di Tokopedia sebagai mitra Sekoper Cinta," ujarnya.

Selain menggandeng platform belanja online Tokopedia, Sekoper Cinta pada pelatihan kali ini juga bermitra dengan Ministry of Gender Equality and Family Korea Selatan, Duran Duran Asia Women Bridge, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, dan sejumlah lembaga kursus.

Emil mengaku optimis, lulusan Sekoper Cinta menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas. Pasalnya, SDM cerdas tak hanya berasal dari lembaga pendidikan formal, tetapi juga lulusan lembaga informal seperti Sekoper Cinta yang mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.

"Orang-orang cerdas itu tak selalu pendidikannya formal, tapi informal, khususnya ibu-ibu yang nanti bisa menambah penghasilan keluarga. Kalau seluruh Ibu-ibu ini sudah bahagia, saya yakin, suami dan anaknya pun ikut bahagia," ungkapnya.

Dia berharap, semua perempuan di Jabar dapat tersentuh oleh pendidikan formal maupun informal seperti Sekoper Cinta yang merupakan investasi bagi kemajuan Jabar. "Jadi ini adalah investasi SDM yang luar biasa terhadap kemajuan Jabar. Semoga perempuan Jabar tidak ada yang tidak tersentuh oleh pendidikan baik formal, maupun informal seperti Sekoper Cinta," ungkapnya.

Pelatihan vokasional Sekoper Cinta ini diapresiasi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. Dalam sambutan virtualnya, Bintang mengatakan, Sekoper Cinta konsisten memberikan sumbangsih dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia.

"Semoga kerja nyata ini dapat mendorong terwujudnya perempuan Indonesia yang maju dan berdaya," katanya.

Baca Juga: Rakornas Tindak Pidana Perdagangan Orang KemenPPPA Hasilkan Komitmen Tangerang 2022, Simak Isinya!

Bintang menyebutkan, amanat kesetaraan gender telah tertuang dalam konstitusi negara. Sayangnya, kesetaraan yang dicita-citakan ini belum sepenuhnya dirasakan oleh perempuan dalam mengakses dan mengontrol sumber daya, berpartisipasi dan menerima manfaat pembangunan dibandingkan laki-laki.

"Saat ini perempuan masih jauh tertinggal oleh laki-laki dalam tingkat partisipasi angkatan kerja yang kesenjangannya mencapai sekitar 30 persen," ujarnya.

Data Nasional juga menggambarkan bahwa perempuan masih tertinggal dari laki-laki dalam pendidikan, literasi keuangan, akses permodalan, internet dan teknologi yang sangat terkait dengan kesejahteraan perempuan di masa depan.

"Padahal, kaum perempuan merupakan aset dan potensi luar biasa yang dapat berkontribusi secara signifikan jika diberikan kesempatan berkarya sesuai dengan kapabilitas dan keahlian di bidangnya masing-masing," pungkasnya.

Baca Juga: Didominasi Tabungan Wadiah, Simpanan BSI Melonjak Hingga 11,86%

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: