Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Biaya Logistik Indonesia Tinggi di ASEAN, Ini Solusi Turunkan Biaya Logistik Pengiriman Antarkota

Biaya Logistik Indonesia Tinggi di ASEAN, Ini Solusi Turunkan Biaya Logistik Pengiriman Antarkota Kredit Foto: Lalamove
Warta Ekonomi, Jakarta -

Digitalisasi disebut sebagai salah satu solusi turunkan biaya logistik pengiriman antarkota. Sebab, integrasi antara teknologi dengan logistik menjadi sangat penting dalam mengefisiensikan biaya logistik lebih rendah bagi pelaku usaha.

Hal itu diungkapkan oleh Lalamove, penyedia jasa teknologi pengiriman on-demand. Perusahaan melihat saat ini sebagian besar proses pengiriman antarkota yang menggunakan truk masih dilakukan secara manual. Sekitar 80% armada truk di Indonesia dioperasikan operator yang belum tersentuh teknologi.

Kondisi tersebut akhirnya membuat biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain.

Baca Juga: Shipper Kembangkan Layanan Logistik dan Pergudangan Digital Pintar Terintegrasi di Medan

"Ini dapat dilihat dari kontribusi logistik terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih di atas 20%. Biaya tinggi ini disebabkan banyak faktor, salah satunya tahapan panjang dan perencanaan yang complicated dalam pengiriman barang," kata Andi M Rizki, Managing Director Lalamove Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/9/2022).

Andi melanjutkan, problem itu dapat diatasi dengan memanfaatkan inovasi teknologi pada pengiriman. Misalnya, teknologi pengiriman yang dimiliki Lalamove diklaim dapat memangkas proses administrasi dan operasional sehingga lebih simpel, cepat dan hemat.

Teknologi Lalamove juga dikatakan mampu memudahkan pebisnis untuk mengefisiensikan operasional melalui fitur live tracking GPS, tanda tangan digital dan juga akses laporan pengiriman hanya dengan satu akun bisnis yang dapat diakses lebih dari satu operator. Selain itu, pengiriman layanan instan antarkota Lalamove dapat mengirim barang hingga 5 ton.

"Pengiriman antarkota Lalamove saat ini sudah dapat diakses di tiga kota besar Pulau Jawa, yaitu Jakarta Raya, Bandung Raya dan Surabaya. Dalam waktu dekat Lalamove akan kembali melakukan ekspansi kota baru agar dapat mencakup seluruh provinsi di pulau Jawa. Tentu akan semakin banyak bisnis dan UKM yang bisa terbantu dengan kehadiran Lalamove," tutup Andi.

Baca Juga: Duh! Tol Pondok Ranji-BSD Kebanjiran, Andi Sinulingga: Siapa yang Tanggung Jawab? Anies?

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: