Kredit Foto: Istimewa
Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Rakhmad Dewanto menyatakan posisi stok bahan bakar pembangkit di seluruh tanah air dalam kondisi mencukupi untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.
Ia menegaskan, baik batu bara, bahan bakar minyak (BBM), maupun gas berada dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional selama periode tersebut.
“Posisi stok bahan bakar pembangkit di seluruh tanah air dalam posisi mencukupi. Baik, batu bara, bahan bakar minyak (bbm), gas dalam posisi siap mengawal periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H," kata Rakhmad, Kamis (19/3/2026).
Lebih lanjut, Rakhmad menjelaskan bahwa terdapat variasi hari operasi pembangkit (HOP) pada beberapa pembangkit dengan spesifikasi batu bara tertentu. Meski demikian, secara umum posisi stok masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan.
Untuk stok batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) secara nasional, saat ini berada di kisaran 18 hari operasi (HOP).
“Di sistem Jawa-Madura-Bali sekitar 18 hari, sementara di wilayah Sumatera dan Kalimantan berada di kisaran 21 hari dan wilayah Sulawesi Maluku Papua Nusa Tenggara di kisaran 13 hari," tambahnya.
Selain batu bara, PLN EPI juga memastikan keandalan pasokan gas bagi pembangkit. Secara umum, penyaluran gas pipa disebut telah berjalan optimal dengan dukungan pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Sementara itu, rata-rata cadangan BBM sebagai penyangga terakhir untuk keseluruhan pembangkit berada di kisaran 8 hari operasi, dengan cadangan di sistem Jawa Madura Bali sekitar 6 hari dan di wilayah lainnya mencapai 11 hari.
“Pasokan gas pipa dikombinasikan dengan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari beberapa terminal regasifikasi sehingga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pembangkit gas yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan. Sebagai ilustrasi, pasokan LNG dari FSRU Lampung untuk PLTGU Cilegon saat ini dialihkan ke PLTGU Priok untuk menggantikan pasokan LNG dari FSRU Jabar yang sedang dalam periode pemeliharaan,” katanya.
Ke depan, PLN EPI terus mendorong efisiensi pasokan energi primer melalui penguatan pasokan gas serta pengembangan infrastruktur yang lebih optimal guna menjaga keandalan sistem secara berkelanjutan.
“Dengan pengembangan sistem pasokan yang lebih efisien, kami harapkan jaminan pasokan lebih terjaga dan biaya energi dapat lebih efisien ,” tutup Rakhmad.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Ferry Hidayat