Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

TIE Indonesia Menyambut Peluang Besar Berikutnya di Indonesia

TIE Indonesia Menyambut Peluang Besar Berikutnya di Indonesia Kredit Foto: TiE Indonesia
Warta Ekonomi, Pulau Bali -

Upacara Peluncuran TiE Indonesia, yang diselenggarakan bersamaan dengan Dialog Tri Hita Karana "Membangun Ekosistem Kewirausahaan Indonesia dengan Koneksi Global", mengumpulkan Forum Tri Hita Karana dan jaringan Yayasan United in Diversity yang terdiri dari alumni, mitra, pejabat pemerintah, kapitalis ventura, dan komunitas startup untuk bersama-sama menciptakan peta jalan strategis bagi ekosistem kewirausahaan dan investor dengan TiE Indonesia. 

Dialog ini membahas tentang jembatan pembiayaan UMKM, pembangunan kapasitas, kebijakan inovatif untuk ekosistem klaster, paradigma inklusif untuk perempuan dan komunitas rentan, serta pengembangan pengetahuan masa depan.

Upacara Peluncuran TiE Indonesia ini berlangsung setelah KTT Global TiE yang diadakan bersamaan dengan Festival Fintech Singapura, dihadiri lebih dari 62.000 peserta dari 134 negara, termasuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bapak Nadiem Makarim. 

Baca Juga: Solusi Keuangan hingga Katalis Ekspansi, Menilik Efektivitas Pinjol di UMKM

TiE Indonesia merasa terhormat memiliki Menteri Nadiem, yang merupakan pengusaha sukses dan salah satu pendiri unicorn dan decacorn pertama Indonesia, Gojek, sebagai Pelindung Kehormatan TiE Indonesia. Co-Chair acara ini adalah Presiden Yayasan United In Diversity, Duta Besar Tantowi Yahya, dan Trustee TiE Global, Amit Gupta.

Upacara Peluncuran TiE Indonesia dan Dialog Tri Hita Karana juga dihadiri oleh Wakil Menteri Urusan Ekonomi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Ibu Amalia Adininggar Widyasan, Utusan Presiden G20 Bali Global Blended Finance Alliance, Mari Pangestu, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional & Perencanaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta fakultas dari universitas terkemuka seperti MIT dan Tsinghua, kapitalis ventura, dan lainnya dari komunitas kewirausahaan.

"Peluncuran TiE Indonesia adalah bukti potensi negara kita. Kami memulai bab baru dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan, selaras dengan pasar global dan inovasi," ujar Presiden Yayasan United In Diversity, Selasa (21/11/2023) dalam keterangannya.

Indonesia, pasar terbesar di Asia Tenggara dan pemimpin investasi teknologi dan hijau, dengan tenaga kerja muda, berbakat, dan akrab dengan teknologi, lingkungan regulasi yang kondusif, dan dukungan untuk digitalisasi bisnis, siap menjadi pusat inovasi berkelanjutan dan inklusif dengan banyak startup dan penciptaan unicorn serta decacorn untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengesankan.

Amit Gupta, CEO Grup Ecosystm dan Trustee Dewan Global TiE menambahkan, "Indonesia, adalah kanvas yang penuh dengan inovasi dan kewirausahaan. Ini adalah kesempatan besar bagi TiE untuk mengkatalisasi ekosistem startup, mendorong pertumbuhan, dan menghubungkan kecerdikan lokal dengan jaringan internasional."

Baca Juga: Sukseskan Transformasi Digital, Kominfo Akan Terus Dampingi Startup IoT di Indonesia

TIE Indonesia akan bergabung dengan 60 TIE lainnya di seluruh dunia yang mencakup Amerika Utara, Eropa, India, Afrika, Timur Tengah, Asia Timur Pasifik, dan Australia. Didirikan di Silicon Valley dengan lebih dari 15.000 anggota secara global, TiE Global adalah jaringan wirausahawan dan investor terbesar di dunia.

Dengan misi untuk menumbuhkan kewirausahaan sebagai kekuatan kebaikan dan pertumbuhan, TiE Indonesia bersama TiE Global akan menyediakan sistem pendukung untuk merawat startup dan UMKM Indonesia dengan moto "Bisnis Lebih Baik, Dunia Lebih Baik".

Kampus United In Diversity Bali akan menjadi pusat untuk TiE Indonesia bersama dengan inisiatif global PBB, Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan Asia Tenggara, Pusat Tsinghua Asia Tenggara, dan Pusat Rocky Mountain Institute Asia Tenggara.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: