Bantu Pemulihan Pascabencana, Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Khusus Secara Bertahap
Kredit Foto: Muhammadiyah
Dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pemulihan pascabencana, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyalurkan tunjangan khusus secara bertahap mulai Desember 2025 s.d Februari 2026.
Rp32 miliar tunjangan khusus disalurkan kepada sebanyak 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang terdampak bencana di empat provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur.
Baca Juga: KKP Berhasil Antarkan UMKM Perikanan Naik Kelas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meskipun berada dalam situasi darurat.
“Dalam kondisi bencana, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama, namun hak anak untuk tetap belajar tidak boleh terhenti. Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus memberikan dukungan bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah terdampak,” ujar Abdul Mu'ti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (31/12).
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa upaya ini sebagai wujud kepedulian atas penderitaan PTK yang terdampak bencana. “Akhir tahun yang bagi sebagian orang bisa dinikmati dengan hangat penuh suka cita berkumpul bersama keluarga, namun saat ini menjadi momen yang sangat memprihatinkan bagi saudara-saudara kita, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan di beberapa lokasi yang terdampak bencana,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (25/12).
“Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian Kemendikdasmen, tunjangan khusus ini disalurkan untuk sedikit meringankan beban mereka. Semoga bantuan kepedulian di akhir tahun ini bisa menjadi penyemangat dan menandai kehadiran pemerintah untuk terus ada membersamai saudara-saudara kita melewati masa pemulihan ini dengan keyakinan penuh pada Tuhan dan rasa optimis,” lanjutnya.
Jumlah PTK yang terdampak dari masing-masing jenjang dan bantuannya adalah sebagai berikut. Untuk jenjang PAUD, ada 915 pendidik yang terdampak dan mendapatkan total bantuan sebesar Rp1,8 miliar. Untuk jenjang pendidikan dasar jumlah pendidik yang terdampak bencana mencapai 10.274 dengan jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp20,5 miliar.
Untuk jenjang pendidikan menengah jumlah pendidik yang terdampak sebanyak 5.258 dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp10,5 miliar. Sedangkan jumlah tenaga pendidik terdampak sebanyak 20 orang. Adapun untuk tenaga kependidikan, 3 orang di Provinsi Aceh dan 17 orang lainnya di Provinsi Sumatra Barat mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp2 juta.
Kesan Masyarakat atas Bantuan Tenda Darurat
Kepala Sekolah SDN Babo Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad mengungkapkan bahwa pasca banjir murid-murid sangat merindukan untuk belajar di sekolah, namun kondisi sekolah yang rusak tidak memungkinkan para murid dan guru untuk melaksanakan proses belajar-mengajar. Melalui bantuan dari Kemendikdasmen berupa tenda darurat, sangat membantu mereka untuk dapat kembali belajar, hal yang telah lama ditunggu para murid.
“Saya merasa bangga dengan tindakan dari Kemendikdasmen begitu cepat untuk melaksanakan pembelajaran darurat, tanggap dengan situasi saat ini. Anak-anak sering bertanya pak kapan kami bisa sekolah lagi pak, jadi hari ini sudah mulai terjawab, pemerintah sudah memperhatikan kami,” ungkap Ahmad haru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement