Bidik Pasar Refraktori Magnesia Base, PT Loka Refractories Targetkan Pendapatan Rp42,5 Miliar
Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
PT Loka Refractories (Wira Jatim Group) menargetkan pendapatan sebesar Rp42,5 miliar pada 2026 dengan memperbesar penjualan material refraktori berbasis magnesia seperti pada aplikasi metal, slag, zone, dan lainnya.
Selain tetap mempertahankan ceruk pasar refraktori berbasis material alumina dan silica.
Direktur Loka Refractories Aria B. Soebagio mengatakan, sejauh ini pihaknya lebih banyak menggarap material alumina dan sebagian silica di hampir semua konstruksi refraktori.
Jika kondisi perekonomian nasional tetap stabil pada 2026, segmen pasar material alumina dan silica masih bisa diperluas, selain memperbesar segmen baru di material magnesia.
“Refractory material alumina dan silica tetap kami pertahankan karena masih ada ceruk pasar untuk terus dikembangkan. Namun basis material magnesia ke depan sangat besar pasarnya, kami akan garap serius sektor ini,” tegas Aria di sela acara HUT PT Loka ke-107, Kamis (15/1/2026).
Aria menyebutkan, saat ini kebutuhan material refraktori mencapai sekitar 52.800 ton per tahun.
Produsen lokal hanya bisa mengambil 25% dari market share, dan itu pun sebagian besar merupakan material alumina base. Dari keseluruhan pemakaian refraktori, magnesia brick sekitar 73%, sementara 27% sisanya merupakan firebrick dengan kandungan alumina dan silica.
Aria menilai, jika melihat prediksi perekonomian nasional 2026, lanjutnya, sektor-sektor industri yang fabrikasinya menggunakan refractory nampaknya masih akan terus tumbuh. Industri smelter selama ini masih yang terbesar terhadap pemakaian refraktori yakni sekitar 39%, besi dan baja 23%, diikuti sektor lainnya seperti petroleum dan chemical, agro industry, semen, glass dan keramik.
Untuk itu Aria mengatakan, pihaknya akan memperkuat segmen baru dan terus mengembangkan teknologi produk, serta fokus ke faktor pendukung seperti R&D dan SDM.
“Industri refraktori tidak boleh mandeg secara teknologi. Pengembangan teknologi dan R&D harus terus-menerus dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Disertai Pemerataan untuk Seluruh Rakyat
Sementara itu, Komisaris Utama PT Loka Lutfil Hakim mengatakan, potensi pasar pemakaian refractory yang bisa diambil masih sangat besar, termasuk industri menengah kecil di berbagai sektor yang ada di wilayah Jatim.
“PT Loka selama ini lebih banyak mengambil pekerjaan konstruksi refractory ke industri-industri skala besar, termasuk BUMN. Ke depan, pabrik yang kecil-kecil kalau dikumpulkan sebenarnya potensinya besar juga,” pungkas Lutfil Hakim.
Sekadar informasi, PT Loka merupakan anak perusahaan dari Wira Group (BUMD milik Pemprov Jatim). Perusahaan bidang refractory ini sudah berdiri sejak 1919.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement