Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dua Petinggi Rukun Raharja Serok Saham RAJA di Tengah Tekanan Harga

Dua Petinggi Rukun Raharja Serok Saham RAJA di Tengah Tekanan Harga Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah anggota direksi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)  tercatat aktif menambah kepemilikan sahamnya di tengah tekanan harga yang cukup tajam. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, aksi pembelian dilakukan oleh Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, yang membeli 400 ribu saham pada 27 Januari 2026 dengan harga Rp4.999 per saham. Dari transaksi tersebut, Djauhar menggelontorkan dana sekitar Rp1,99 miliar.

Setelah pembelian itu, kepemilikan saham Djauhar meningkat dari sebelumnya 4,9 juta saham atau 0,12% menjadi 5,3 juta saham, setara 0,13% dari total saham perseroan.

Langkah serupa juga diambil Direktur RAJA, Ogi Rulino. Ia mengakumulasi 300 ribu saham dengan harga eksekusi yang sama, yakni Rp4.999 per saham. Transaksi pembelian tersebut menelan dana sekitar Rp1,49 miliar.

Baca Juga: Buyback Saham, Emiten Hapsoro (RAJA) Alokasikan Dana Rp250 Miliar

Dengan pembelian itu, total kepemilikan saham Ogi bertambah dari 1,95 juta saham menjadi 2,25 juta saham, meski secara persentase masih berada di kisaran 0,05%.

"Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung," kata manajemen.

Aksi pembelian ini terjadi di tengah kinerja saham RAJA yang masih tertekan. Dalam sebulan terakhir, saham emiten Hapsoro ini telah jatuh 2.430 poin atau setara 38,57%. Sementara dalam sepekan terakhir, penurunannya mencapai 560 poin atau 12,64%.

Baca Juga: Investor Panen Cuan! RAJA Bayar Dividen Interim Rp105,67 Miliar, Dana Cair 28 Januari

Pada perdagangan Kamis (5/2), saham RAJA dibuka di zona merah pada level Rp3.910. Hingga sesi siang, harganya tercatat melemah 60 poin atau 1,53% ke posisi Rp3.870.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia, saham RAJA sejauh ini membukukan volume perdagangan 28,05 juta lembar saham dengan frekuensi 11,16 ribu kali. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp112,2 miliar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16,3 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: