Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Mandiri Kantongi Laba Rp56,3 Triliun di 2025

Bank Mandiri Kantongi Laba Rp56,3 Triliun di 2025 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025, naik 0,93% dari capaian di tahun 2024.  

Pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tercatat mencapai Rp106 triliun sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan aset produktif dan struktur pendanaan yang solid. Di saat yang sama, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen secara tahunan menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan penguatan laba tersebut ditopang pengelolaan bisnis yang disiplin, terutama pada kualitas aset dan diversifikasi sumber pendapatan.

"Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri mampu mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun. Angka ini tumbuh positif secara sehat dan berkelanjutan. Kinerja ini bukan semata hasil ekspansi bisnis, melainkan refleksi dari sinergi yang seimbang antara kontribusi kepada negara, dukungan yang nyata kepada UMKM, serta penguatan ekosistem ekonomi nasional,” ujar Riduan dalam laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Seiring dengan penguatan laba, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun hingga akhir 2025. Pertumbuhan aset sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.895,0 triliun.

Pertumbuhan kredit tercatat merata di seluruh segmen bisnis. Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bank Mandiri tumbuh 4,88 persen secara tahunan sepanjang 2025, di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan.

“Pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan,” kata Riduan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen secara tahunan. Struktur pendanaan ditopang dana murah (CASA) yang meningkat 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.431,4 triliun, menjaga likuiditas perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis.

Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96 persen pada akhir tahun, berada di bawah rata-rata industri dan melanjutkan tren perbaikan.

Selain mencatatkan laba, Bank Mandiri juga berkontribusi terhadap penerimaan negara. Pada 2025, perseroan membayarkan dividen sebesar Rp52,5 triliun dan setoran pajak sekitar Rp27 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: