Analis Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Bisa Anjlok hingga US$38.000
Kredit Foto: Istimewa
Lembaga Jasa Keuangan, Stifel memperkirakan koreksi tajam lanjutan pada bitcoin (BTC). Ia memprediksi bahwa aset kripto itu berpotensi anjlok hingga US$38.000.
Analis Stifel, Barry B. Bannister memprediksi harga bitcoin berpotensi anjlok berdasarkan proyeksi tersebut pada tren historis penurunan besar bitcoin sejak 2010.
Baca Juga: Market Sangat Bearish, Harga Bitcoin (BTC) Anjlok Hingga US$66.000
Menurutnya, setiap siklus kejatuhan besar bitcoin membentuk pola garis lurus yang menghubungkan titik terendah pasar. Bitcoin tercatat pernah jatuh sekitar 93% pada 2011, 84% pada 2015, 83% pada 2018 dan 76% pada 2022. Garis tren dari titik-titik terendah tersebut kini mengarah ke level sekitar US$38.000.
Diketahui, bitcoin sempat mencetak rekor di US$126.000. Namun ia merosot tajam ke kisaran US$66.000. Bannister mencatat bahwa narasi lama bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap pelemahan dolar mulai melemah.
Sebelum tahun lalu, harga bitcoin cenderung naik saat dolar melemah dan pasokan uang global meningkat. Namun sejak tahun lalu, hubungan tersebut berbalik arah dengan bitcoin justru bergerak sejalan dengan penguatan dolar.
“Sejak tahun lalu, hubungan bitcoin dengan dolar dan suplai uang global telah berbalik,” ungkap Bannister.
Pergerakan bitcoin juga semakin erat mengikuti saham teknologi di Wall Street. Bitcoin menguat saat kebijakan bank sentral bersifat dovish dan tertekan ketika nada kebijakan berubah hawkish.
Meski Federal Reserve memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan terakhir pada tahun lalu, nada kebijakan yang disampaikan tetap dianggap ketat karena mengecilkan peluang pemangkasan yang lebih agresif ke depan.
Baca Juga: Ditopang Sejumlah Faktor, Bitcoin (BTC) Disebut Akan Kalahkan Emas Hanya Dalam Sepuluh Tahun
Arah The Fed dinilai berisiko, terutama di tengah meningkatnya utang perusahaan teknologi yang berpotensi memperketat kondisi keuangan, menekan valuasi saham dan memperdalam tekanan di pasar bitcoin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: