Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaga Pasokan BBM Imlek dan Ramadan 2026, Pertamina Perkuat 'Benteng' Bawah Laut

Jaga Pasokan BBM Imlek dan Ramadan 2026, Pertamina Perkuat 'Benteng' Bawah Laut Kredit Foto: Pertamina Trans Kontinental
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melalui anak usahanya, PT Pertamina Marine Engineering (PME), memperketat pengawasan dan keandalan infrastruktur bawah laut nasional.

Langkah strategis ini diambil guna menjamin kelancaran distribusi energi nasional, menjelang periode peak season Hari Raya Imlek dan Ramadan 2026.

Sebagai tulang punggung distribusi offshore, aset bawah laut seperti Jetty dan Single Point Mooring (SPM) menjadi titik krusial dalam rantai pasok.

Gangguan pada fasilitas ini dapat menghambat proses bongkar muat minyak mentah maupun BBM, ke kilang dan terminal bahan bakar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dari Prancis hingga Jepang, Intip Profil 3 Perusahaan Peserta Tender WtE Danantara

Dalam kurun waktu 2020–2025, lini Underwater Services PTK mencatatkan performa signifikan dengan menyelesaikan 239 inspeksi bawah air yang mencakup Jetty, SPM, Conventional Buoy Mooring (CBM), hingga sarana navigasi di 18 titik strategis.

Perusahaan juga sukses melakukan pemeliharaan besar berupa changeover 6 unit SPM dan docking 3 unit SPM di lokasi vital seperti Balongan, Balikpapan, Cilacap, dan Tuban.

Direktur Utama PTK I Ketut Laba menegaskan, meskipun infrastruktur ini tidak terlihat di permukaan, perannya sangat menentukan ketahanan energi nasional.

“Melalui layanan Underwater Services, PTK memastikan seluruh infrastruktur bawah laut tetap andal dan aman, didukung oleh profesional berpengalaman, teknologi yang mumpuni, serta standar HSSE kelas dunia."

"Kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen PTK dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional, khususnya menjelang periode strategis seperti Imlek dan Ramadan,” ujar I Ketut Laba dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Menghadapi potensi lonjakan konsumsi energi, PTK menyiagakan 35 penyelam bersertifikat dan 7 engineer subsea berpengalaman yang akan bekerja dengan standar keamanan global.

Baca Juga: Jelang Rapat Lanjutan Amerika Serikat-Iran, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (16/2)

Perusahaan memastikan layanan Marine Services tetap beroperasi penuh selama 24 jam tanpa libur, guna melakukan tindakan preventif maupun korektif secara cepat.

Langkah ini memperkuat posisi PTK dalam ekosistem maritim Pertamina, untuk memastikan rantai pasok energi dari laut ke darat tetap terjaga tanpa hambatan teknis di bawah air. (*)


Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: