Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mau Caplok 61,86% Saham Jungleland, Grup Bakrie (JGLE) Rancang Rights Issue Rp414 Miliar

Mau Caplok 61,86% Saham Jungleland, Grup Bakrie (JGLE) Rancang Rights Issue Rp414 Miliar Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 8.280.033.448 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp10 per saham. Harga pelaksanaan Rp50 per saham sehingga Perseroan berpotensi meraup dana sebanyak Rp414.001.672.400.

Setiap pemegang 270 saham seri A yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 6 Maret 2026 akan memperoleh 99 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak membeli 1 saham baru seri B. "Saham baru akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. PMHMETD I ini tidak menyebabkan terjadinya perubahan pengendali di Perseroan," kata manajemen.

Mayoritas dana hasil rights issue, yakni Rp413.937.321.896, akan digunakan untuk mengakuisisi 14.783.475.782 saham PT Jungleland Asia (JLA) milik PT Adiprotek Envirodunia (AE), setara 61,86% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Sementara sisanya Rp64.350.504 akan dialokasikan untuk modal kerja.

JLA dikenal sebagai pengelola Jungleland Adventure Theme Park di Sentul, salah satu taman bermain terbesar di Indonesia. Saat ini, 61,86% saham JLA masih dikuasai AE, sedangkan sisanya dimiliki oleh JGLE dan PT Andrasentra Properti Services.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Lesu ke Level 8.271, Saham Prajogo Berguguran!

JLA memiliki aset tanah di Sentul seluas 35 Ha yang sebagian digunakan untuk taman rekreasi Jungleland Adventure Themepark. Lokasi tanah ini sangat strategis karena memiliki akses tol serta dekat dengan fasilitas premium seperti AEON Mall, IKEA, RS EMC, Masjid Andalusia, pasar bersih, institusi pendidikan, hingga lapangan golf.

Namun, pengembangan lahan tersebut masih terkendala karena dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebelumnya, Perseroan dan AE telah sepakat mempercepat pelunasan utang JLA kepada BRI agar jaminan tanah dapat dilepaskan dan lahan bisa dikembangkan. Percepatan pembayaran utang itu dilakukan melalui peningkatan setoran modal oleh AE ke JLA.

"Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari pengembangan tanah JLA tersebut, Perseroan yang didukung dengan pendanaan PMHMETD ini berencana untuk meningkatkan kepemilikan di JLA melalui pembelian seluruh saham JLA milik AE sehingga pada akhirnya JLA kembali terkonsolidasi di Perseroan," ujar manajemen.

Langkah akuisisi ini dinilai sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis JGLE guna meningkatkan nilai perusahaan serta memperkuat portofolio aset yang berpotensi memberi nilai tambah bagi pemegang saham.

Baca Juga: MEJA Bayar Uang Muka Rp12 Miliar untuk Akuisisi 45% Saham PT Trimata Coal Perkasa

"AE akan menjadi pembeli siaga dalam PMHMETD, sehingga seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham Perseroan akan diambil oleh AE. Penyetoran modal oleh AE akan dilakukan melalui inbreng saham JLA yang dimiliki AE ke dalam Perseroan sebanyak-banyaknya 14.783.475.782 lembar. Setelah proses PMHMETD selesai, AE akan menjadi salah satu pemegang saham Perseroan," jelas manajemen.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, JGLE akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: