Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asing Net Sell Rp1,5 Triliun, Deretan Saham Raksasa Jadi Korban

Asing Net Sell Rp1,5 Triliun, Deretan Saham Raksasa Jadi Korban Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,57 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan 9-13 Maret 2026. Tekanan jual tersebut terutama menghantam sejumlah saham berkapitalisasi besar yang berkontribusi signifikan terhadap pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Data statistik mingguan BEI menunjukkan investor asing membukukan transaksi jual sebesar Rp31,61 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian sebesar Rp30,04 triliun selama periode tersebut. Kondisi tersebut berbalik dari pekan sebelumnya ketika investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp2,23 triliun. 

Tekanan jual asing tersebut beriringan dengan penurunan IHSG sebesar 5,91% sepanjang sepekan menjadi 7.137,21 dari posisi 7.585,69 pada pekan sebelumnya. Pelemahan indeks terutama dipicu oleh koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi kontributor utama penurunan indeks. 

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penyumbang terbesar penurunan IHSG selama sepekan dengan kontribusi negatif mencapai 52,74 poin setelah harga sahamnya terkoreksi 18,45%.

Tekanan berikutnya berasal dari saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menyumbang penurunan 35,65 poin terhadap IHSG setelah harga sahamnya turun 19,18%.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga ikut menekan indeks dengan kontribusi negatif sebesar 29,99 poin.

Selain saham-saham sektor energi dan sumber daya alam, tekanan juga datang dari saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat menekan indeks sebesar 25,15 poin setelah terkoreksi 4,36%.

Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan kontribusi negatif sebesar 23,14 poin terhadap IHSG seiring penurunan harga sebesar 6,9%.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga turut menekan indeks dengan kontribusi sebesar 17,86 poin setelah harga sahamnya turun 4,62%.

Di sisi lain, saham PT Astra International Tbk (ASII) memberikan tekanan sebesar 12,29 poin terhadap IHSG, sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan indeks sebesar 11,84 poin.

Tekanan tambahan datang dari saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyumbang penurunan 10,61 poin setelah harga sahamnya terkoreksi 11,9%. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga memberikan dampak negatif sebesar 10,44 poin terhadap indeks setelah turun 22,74%.

Baca Juga: IHSG Anjlok Hampir 6%, Terburuk di Asia

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Tajam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Hampir Rp1.000 Triliun

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 3,05% ke 7.137, Saham Konglomerat Berguguran!

Pelemahan pasar saham tersebut terjadi di tengah menurunnya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat turun 31,10% menjadi Rp17,20 triliun dari Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga turun 25,49%, sedangkan frekuensi perdagangan menyusut 31,54% dibandingkan pekan sebelumnya. 

Tekanan jual yang masif juga tercermin dari pergerakan harga saham di pasar. Sebanyak 620 saham tercatat mengalami penurunan harga lebih dari 2%, sementara hanya 81 saham yang berhasil mencatat kenaikan lebih dari 2% sepanjang periode perdagangan tersebut. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri