PLN Siagakan Petugas 24 Jam dan 142 SPKLU di Bali, Antisipasi Lonjakan Kendaraan Listrik saat Lebaran dan Nyepi
Kredit Foto: Istimewa
PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan masuk ke Bali selama periode libur Nyepi dan Idul Fitri 2026. Untuk menopang lonjakan itu, PLN menyiapkan 142 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan jalur utama perjalanan di seluruh Bali.
"Kami pastikan wisatawan yang datang ke Bali menggunakan kendaraan listrik tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian daya," kata Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto dikutip dari ANTARA, Senin (16/3/2025).
Persiapan dilakukan menyeluruh, mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, dan distribusi hingga kesiapan setiap titik SPKLU. Petugas PLN disiagakan 24 jam dalam tiga sif untuk memastikan layanan berjalan tanpa gangguan selama periode padat wisatawan.
"Petugas kami siaga 24 jam dalam tiga sif untuk memastikan pengguna kendaraan listrik mendapatkan layanan yang aman dan nyaman," ujar Adi.
Salah satu titik yang dicek langsung adalah Trans Studio Mall Bali. Di pusat perbelanjaan ini sudah tersedia tiga unit SPKLU tipe medium yang dilaporkan cukup ramai digunakan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Anton menyebut kapasitas pengisian di lokasi itu akan ditingkatkan seiring meningkatnya pengguna kendaraan listrik.
"Saat ini, sudah tersedia tiga SPKLU tipe medium dan cukup ramai digunakan. Ke depan, kami berencana meningkatkan kapasitasnya menjadi fast charging dan ultra fast charging agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna," ujarnya.
Trans Studio Mall Bali juga menjadi bagian dari pengembangan energi hijau di pulau itu. Atap mal ini sudah dipasangi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hampir 1 megawatt, dilengkapi sistem baterai dan inverter untuk pengelolaan energi yang lebih stabil.
PLTS tersebut terhubung dengan jaringan listrik PLN melalui konsep virtual power plant (VPP).
"Konsep ini tidak hanya meningkatkan keandalan listrik di lokasi, tetapi juga membantu meningkatkan bauran energi hijau di Bali," kata Anton.
EVP Pengembangan Produk Niaga PLN, Nayuzrizal menyebut Bali punya potensi besar menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Posisinya sebagai destinasi wisata internasional membuat transformasi transportasi rendah emisi di pulau ini lebih mendesak dari daerah lain.
"Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan kemudahan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya.
Bali dengan 142 SPKLU aktif kini menjadi salah satu provinsi dengan infrastruktur pengisian kendaraan listrik terlengkap di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat