Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Melesat 1,93% ke 7.184, Ditopang Deeskalasi Konflik AS–Iran

IHSG Ditutup Melesat 1,93% ke 7.184, Ditopang Deeskalasi Konflik AS–Iran Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 136,21 poin atau 1,93% ke level 7.184,43 pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 7.136,24 hingga 7.207,26, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali meningkat.

Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini didominasi rapor hijau. Sebanyak 475 saham menguat, 209 saham melemah dan 135 saham mendatar. 

Mayoritas sektor perkasa, industrial melejit 6,11%, barang konsumen non primer 5,22%, bahan baku 3,55%, infrastruktur 3,01%, energi 2,11%.

Kemudian, sektor transportasi 1,79%, teknologi 1,46%, properti 1,25%, barang konsumen primer 1,15%, keuangan 0,17%. Sementara hanya sektor kesehatan yang turun -0,20%.

Hingga sore ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 31,48 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,01 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp16,4 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.675 triliun. 

Saham dengan kenaikan paling tajam hari ini adalah PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) meroket 27,93% ke Rp142, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 25% ke Rp725 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menanjak 24,86% ke Rp1.155.

Sementara saham yang mengalami penurunan drastis adalah PT Remala Abadi Tbk (DATA) ambruk -14,95% ke Rp2.560, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) anjlok -14,86% ke Rp189 dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) merosot -14,84% ke Rp132. 

Saham-saham dengan nilai transaksi terbesar dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp957,08 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp942,19 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp868,81 miliar.

Penguatan IHSG hari ini tak lepas dari sentimen global, terutama pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengindikasikan potensi berakhirnya konflik militer dengan Iran dalam waktu dekat.

"Kami akan segera pergi, dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu," kata Trump.

Pernyataan ini muncul di tengah konflik yang telah memasuki minggu kelima dan menimbulkan sedikit harapan akan berakhirnya perang Iran dan Amerika Serikat. 

Baca Juga: Free Float 15% Berlaku, Harga Saham Berpotensi Tertekan

Baca Juga: Apa Itu Saham Gorengan? Waspada Cuan Cepat Tapi Berisiko

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa akhir dari konflik mulai terlihat.

Meskipun perang tidak akan berakhir dalam waktu satu atau dua hari, arah menuju akhir konflik sudah mulai jelas. Ia menekankan bahwa perkembangan terbaru memberikan harapan bahwa konflik dapat segera mereda.

"Kita bisa melihat garis finish. Bukan hari ini, bukan besok, tapi akan segera tiba," ujar Rubio.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement