Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dengan Syarat, Iran Siap Izinkan Kapal Barang Esensial Melintasi di Selat Hormuz

Dengan Syarat, Iran Siap Izinkan Kapal Barang Esensial Melintasi di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dilaporkan akan mengizinkan kapal yang membawa barang-barang esensial untuk melintas menuju pelabuhan mereka melalui Selat Hormuz. Hal ini menyusul gangguan dalam jalur pelayaran dalam wilayah terkait akibat perangnya dengan Amerika Serikat.

Dikutip dari Tasnim News Agency, Iran disebut akan memberikan izin kepada kapal untuk melewati wilayahnya asalanya mereka berkoordinasi dengan otoritas setempat dan mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh Teheran.

Baca Juga: Tiga Raksasa Dunia Bentuk Koalisi Hadapi Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat

"Kapal-kapal yang menuju pelabuhan luar negeri harus berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mematuhi protokol yang telah ditetapkan untuk melintasi Selat Hormuz," kata Iran.

Sebelumnya, Iran secara efektif menutup selat terkait sebagai respons terhadap serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di 28 Februari. Kapal yang terkait dengan kedua negara tersebut dilarang untuk melewati jalur itu.

Perwakilan militer Iran Abolfazl Shekarchi menyatakan bahwa jalur tersebut akan ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai lawan. Kebijakan ini tidak berlaku untuk semua negara.

“Selat Hormuz akan ditutup bagi musuh untuk waktu yang lama. Dalam kondisi apa pun mereka tidak akan diizinkan mendekat,” ujarnya.

Iran tetap membuka akses bagi sejumlah negara yang dinilai memiliki hubungan baik. Negara seperti Rusia, China, India, Irak, dan Pakistan masih diizinkan melintasi jalur tersebut. Kebijakan selektif ini menunjukkan bahwa mereka tidak menutup total akses, melainkan menggunakan kontrol sebagai instrumen tekanan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang sangat vital bagi perdagangan energi global, dengan sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut setiap harinya. Penutupan jalur ini langsung memicu kekhawatiran pasar global terkait gangguan pasokan energi dan potensi lonjakan harga minyak.

Meski Iran kini membuka akses terbatas untuk kapal yang membawa kebutuhan penting, kebijakan ini tidak sepenuhnya mengembalikan normalitas lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya mereka untuk tetap menjaga distribusi logistik domestik sambil mempertahankan tekanan geopolitik terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Baca Juga: Amerika Serikat: Kami Akan Bawa Iran Kembali ke Zaman Batu

Situasi di Selat Hormuz hingga kini masih menjadi perhatian utama pelaku pasar global, mengingat perannya yang krusial dalam rantai pasok energi dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement