Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buka Jalan Regenerasi, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI

Buka Jalan Regenerasi, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Kredit Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memutuskan tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Keputusan tersebut disampaikan saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4).

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rasa bangga atas pengabdiannya selama puluhan tahun di dunia pencak silat.

“Hari ini, adalah bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan juga penuh kehormatan karena kalau dihitung hari ini bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan telah menjabat sebagai wakil ketua umum selama empat periode dan menjadi ketua umum selama lima periode. Namun, ia menilai tidak dapat lagi menjalankan tugas tersebut secara optimal karena tanggung jawab sebagai kepala negara.

“Hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketua umum PB IPSI,” lanjut dia.

Prabowo menegaskan bahwa keputusan ini juga didasari keyakinannya terhadap kesiapan generasi penerus.

“Saya yakin sudah ada generasi penerus yang pantas untuk meneruskan tongkat kepemimpinan di IPSI dan pasti saya akan mendukung PB IPSI ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke ajang Olimpiade.

“Saya minta maaf, saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade,” ucapnya.

Meski demikian, Prabowo optimistis kepemimpinan berikutnya mampu mewujudkan target tersebut.

“Saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Saya tidak tahu apakah sudah ada bayangan siapa yang akan saudara pilih sebagai pengganti saya. Saya sarankan, coba dicari calon yang terbaik,” terangnya.

Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya peran IPSI dalam menjaga budaya bangsa. Ia mengapresiasi konsistensi perguruan pencak silat dalam melestarikan warisan leluhur.

“Jadi saudara-saudara, IPSI salah satu tonggak yang sangat penting. Saya terima kasih, saya bangga sekian tahun saudara tetap mendukung saya. Bersama-sama telah kita pertahankan kebanggaan budaya kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kebanggaan terhadap identitas nasional. “Kita bangga pakai blangkon, kita bangga pakai kopiah, kita bangga pakai sarung, kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus tetap menghormati budaya sendiri di tengah pergaulan global.

“Kita hormat sama semua negara, hormat sama semua bangsa, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri. Bangsa yang besar, bangsa yang membanggakan, bangsa yang menghormati budayanya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Bahaya Mental Rendah Diri Bangsa di Hadapan Budaya Asing

Baca Juga: Segera Temui Putin, Prabowo Coba Buka Opsi Beli Minyak Rusia

Menutup pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

“Kita IPSI, semua perguruan, hormat kita adalah hormat leluhur kita. Kita tidak malu-malu kalau ketemu guru, ketemu sesepuh, ketemu siapa pun. Ini pentingnya IPSI dan karena itu Pencak Silat, ya olahraga, Pencak Silat seni bela diri, ya benar. Tapi lebih dari itu, Pencak Silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Belinda Safitri