Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cuitan Lama Prabowo Viral Lagi Usai Rupiah Kembali Tembus Rp17.500/Dolar

Cuitan Lama Prabowo Viral Lagi Usai Rupiah Kembali Tembus Rp17.500/Dolar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan publik setelah sempat berada di level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut membuat netizen ramai-ramai mengungkit kembali cuitan lama Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah pada 2013 silam.

Pada perdagangan Rabu pagi, rupiah tercatat menguat tipis 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.529 per dolar AS. Meski menguat, posisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17 ribuan memicu perdebatan luas di media sosial.

Baca Juga: Ramai Ajakan Nabung Mata Uang Asing, Efek Rupiah Melemah ke Rp17.500/USD

Netizen kemudian kembali membagikan unggahan lama akun X milik Prabowo tertanggal 11 Desember 2013. Dalam cuitan tersebut, Prabowo mengkritik pelemahan rupiah yang kala itu mendekati Rp12.000 per dolar AS dan menyebut kondisi ekonomi Indonesia salah urus.

“Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing,” tulis Prabowo dalam unggahan yang kini kembali viral.

Cuitan lama tersebut ramai dikomentari netizen yang mempertanyakan langkah pemerintah saat rupiah kini berada jauh lebih lemah dibanding periode 2013.

“Terus gimana tindakan pak presiden menghadapi masalah ini…,” tulis salah satu netizen.

“17500, btw ini yg ngurus siapa ya?” timpal netizen lainnya.

Ada pula netizen yang meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik masyarakat di tengah tekanan ekonomi saat ini.

“Bangun pak, tolong lebih dengarkan lagi suara rakyatnya. Terima kritik dan saran dengan lebih legowo, niscaya rakyat ga bakal sekecewa ini dengan pemerintah,” tulis netizen lain.

Sementara itu, komentar bernada satire juga bermunculan di media sosial.

“Semangat pak, bentar lagi $1 = 17.845,” cuit akun lainnya.

Berdasarkan data historis nilai tukar, pada Desember 2013 rupiah memang berada dalam tekanan hingga mendekati Rp12.000 per dolar AS. Namun saat ini, nilai tukar rupiah sudah bergerak jauh lebih lemah dibanding periode tersebut.

Baca Juga: Warga Indonesia Bersiaplah, Ini Dampak Rupiah Tembus Rp17.500/USD

Pelemahan rupiah beberapa waktu terakhir dikaitkan dengan meningkatnya tensi geopolitik global, penguatan dolar AS, hingga keluarnya arus modal asing dari pasar negara berkembang. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap pasar saham domestik dan kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga barang impor serta kebutuhan pokok.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar