Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Revitalisasi Pendidikan, Lulusan Indonesia Makin Relevan dengan Industri

Revitalisasi Pendidikan, Lulusan Indonesia Makin Relevan dengan Industri Kredit Foto: Romus Panca
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya mencetak lulusan SMK yang semakin relevan dengan dunia kerja dan industri.

Salah satu langkah nyata adalah memperkuat pendidikan vokasi melalui pembangunan dan renovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) lewat program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Dalam acara Bincang Santai Media di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar membangun ruangan, melainkan menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong transformasi.

“Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman dan aman, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal, baik dari sisi karakter maupun output lulusan yang dihasilkan,” ujar Tatang, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (13/5). 

Dirjen Tatang menyebut bahwa dampak revitalisasi dalam membangun ekosistem dan transformasi pendidikan vokasi di Indonesia mulai dirasakan saat ini. Salah satunya adalah melalui pembangunan RPS yang mendukung pembelajaran praktik di SMK.

Menurut Dirjen Tatang, selain keterbatasan daya tampung, masih banyak SMK belum memiliki RPS yang memadai. Padahal, RPS  penting untuk mendukung pembelajaran vokasional yang optimal melalui project based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis industri (teaching factory) yang  menjadi  salah satu kekhasan pembelajaran di SMK. 

“Kalau kekurangan ruang belajar di SMK masih bisa diatasi karena setiap tahunnya, anak kelas dua belas melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Jadi, ruangan kelas bisa bergantian. Namun, untuk ruang praktik siswa, masih ada sekitar 60 persen SMK yang belum memiliki ruang praktik yang memadai,” kata Dirjen Tatang.

Oleh karena itu, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan pembangunan RPS ini secara perlahan mulai dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang praktik tersebut.

“Ruang praktik siswa yang memadai sangat penting, baik di SMK, SLB, maupun PKBM. Di SMK, ruang praktik ini bisa menjadi area pembelajaran bagi siswa sehingga mereka bisa mengetahui tujuan dan capaian dari pembelajaran yang mereka lakukan,” kata Dirjen Tatang.

Selama 2025 Kemendikdasmen telah merevitalisasi 1.465 SMK. Total sarana dan prasarana yang telah dibangun mencapai 7.586 unit, yang meliputi ruang kelas, ruang praktik siswa, perpustakaan, hingga sarana prasarana pendukung lainnya, seperti toilet, ruang guru, dan sebagainya.

Dari jumlah tersebut, 1.008 di antaranya merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, seperti RPS Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, dan sebagainya.

“Tentu, ruang praktik ini tidak akan sama persis dengan industri. Akan tetapi, ketika murid sudah menguasai dasar-dasar ilmu di ruang praktik ini, mereka akan lebih mudah saat beradaptasi di industri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, merasakan dampak nyata revitalisasi bagi peningkatan keterampilan vokasional para muridnya. Sebelum revitalisasi, sekolahnya tidak memiliki ruang praktik yang memadai. Bahkan, sekolah terpaksa mengubah perpustakaan menjadi ruang praktik siswa untuk para murid. 

“Sebelum revitalisasi, praktik siswa sering terkendala keterbatasan ruang dan fasilitas,” kata Surta.

Menurut Surta, pada dasarnya murid-murid di sekolahnya memiliki semangat dan potensi besar. Akan tetapi, lingkungan belajar dirasa belum sepenuhnya mampu menghadirkan suasana kerja industri yang sesungguhnya. 

“Saat ini, siswa kami menjadi lebih antusias untuk belajar. Mereka merasa dihargai, dipercaya, dan dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional menengah dengan ruang praktik siswa yang memadai,” kata Surta.

Di SMKN 5 Kabupaten Tangerang, program Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan ruang praktik siswa untuk Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta rehabilitasi 42 ruang kelas.

“Kami merasa yang berubah bukan hanya gedungnya, tetapi juga masa depan anak-anak kami terasa menjadi lebih nyata,” tambah Surta Wijaya.

 Baca Juga: BCA Life Cetak Premi Rp2 Triliun, Saat Industri Asuransi Melemah

Baca Juga: Krisis ASN, Lombok Timur Usulkan 10.998 PPPK dan 250 CPNS

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin, mengatakan bahwa sekolahnya menerima revitalisasi berupa pembangunan dan perbaikan tiga ruang kelas Teknik Konstruksi dan Properti (TKP), empat ruang kelas Teknik Komputer dan Jaringan, empat ruang kelas Teknik Kendaraan Ringan, ruang praktik siswa (RPS) TKP beserta perabot, dan perpustakaan beserta perabot.

“Sekolah kami saat ini tidak hanya memiliki ruang praktik untuk siswa yang representatif, tetapi juga memiliki perpustakaan yang menjadi sumber belajar dan pusat aktivitas para siswa,” kata Choiruddin.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya