Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Andalan Pasang Target Agresif, Pendapatan Dibidik Tembus Rp1,55 Triliun

Andalan Pasang Target Agresif, Pendapatan Dibidik Tembus Rp1,55 Triliun Kredit Foto: Andalan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) membidik pertumbuhan bisnis agresif hingga 2028 melalui strategi operational excellence di tengah tekanan industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba) yang menghadapi ketidakpastian geopolitik global dan lonjakan biaya operasional. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 28% dengan fokus pada efisiensi operasional, investasi armada, dan selektivitas kontrak.

Strategi tersebut ditempuh di tengah meningkatnya tantangan industri pertambangan nasional akibat dinamika pasar global yang mendorong pelaku usaha memperkuat efisiensi serta menjaga posisi dalam rantai pasok mineral.

Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, mengatakan perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp949,6 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp1,41 triliun pada 2027, dan menembus Rp1,55 triliun pada 2028.

“Fokus kami ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur ini demi memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gahari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Selain pendapatan, Andalan memproyeksikan EBITDA tumbuh dengan CAGR sebesar 21% hingga mencapai Rp514,2 miliar pada 2028. Sementara laba bersih diproyeksikan tumbuh lebih agresif dengan CAGR 31% menjadi Rp223,9 miliar.

Kinerja tersebut didukung oleh strategi efisiensi yang mulai tercermin pada capaian tahun 2025. Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp145,4 miliar dengan margin EBITDA mencapai 39% meski industri menghadapi tekanan akibat kondisi force majeure dan cuaca ekstrem.

Untuk menjaga profitabilitas, Andalan menginvestasikan armada baru yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Perseroan juga menerapkan pendekatan selektif dalam memilih proyek baru guna menjaga kualitas portofolio dan keberlanjutan usaha.

Andalan mengandalkan model layanan end-to-end mining services melalui sistem operasional terpadu mulai dari tahap eksplorasi, produksi hingga reklamasi pascatambang. Perseroan menempatkan efisiensi, keandalan alat berat, dan sistem pengawasan operasional sebagai faktor utama menjaga target produksi.

Dengan pengalaman operasional selama delapan tahun di sektor batu bara dan dukungan manajemen dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Andalan juga memperluas diversifikasi bisnis ke sektor nikel.

Perseroan sebelumnya memperoleh Letter of Award (LoA) dari PT Position, bagian dari Grup Harum Energy, untuk proyek pertambangan di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Menurut Gahari, kebutuhan terhadap kontraktor pertambangan dengan sistem operasional yang andal diperkirakan meningkat seiring semakin ketatnya standar efisiensi global.

“Melalui pilar operational excellence yang kuat, investasi armada yang tepat, serta kedisiplinan dalam pemilihan kontrak, Andalan berkomitmen penuh untuk terus berdiri di garda depan sebagai mitra strategis yang mengawal stabilitas operasional dan mendukung keberlanjutan rantai pasok industri pertambangan di Indonesia,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Berita Terkait