Kredit Foto: Istimewa
Mobil listrik bekas semakin diminati di Jerman pada 2026 seiring melonjaknya harga bahan bakar akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong banyak konsumen beralih ke kendaraan listrik sebagai alternatif yang dinilai lebih ekonomis.
Menurut data Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman (KBA) via Majalah Der Spiegel melaporkan bahwa hampir 120.000 mobil listrik bekas terjual di seluruh Jerman selama empat bulan pertama 2026.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan empat bulan pertama 2024.
Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik bekas juga tercermin dari data International Council on Clean Transportation (ICCT). Lembaga tersebut mencatat pangsa kendaraan listrik di antara seluruh mobil bekas yang terdaftar di Jerman naik dari tiga persen menjadi 7,7 persen dalam periode April 2025 hingga April 2026.
Menurut laporan yang diterbitkan pada Senin (1/6/2026), lonjakan permintaan terlihat semakin jelas setelah pecahnya konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan tajam harga bahan bakar.
Konflik tersebut bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari.
Serangan itu menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Baca Juga: China Tolak RTX 5090D V2, Nvidia 'Pede' Pasar Prosesor Vera Bernilai Rp3.565 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, upaya perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan baru.
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran turut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara. Gangguan pada jalur pelayaran strategis tersebut berdampak pada ekspor dan produksi minyak global.
Akibatnya, harga bahan bakar mengalami kenaikan di banyak negara, termasuk di Eropa. Kenaikan biaya energi itu turut memengaruhi harga berbagai produk industri dan mendorong konsumen mencari opsi transportasi yang lebih hemat, termasuk dengan membeli mobil listrik bekas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: