Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

500 Warga Kehilangan Tempat Tinggal, Kebakaran Kemayoran Jadi Alarm Keras Permukiman Padat Jakarta

500 Warga Kehilangan Tempat Tinggal, Kebakaran Kemayoran Jadi Alarm Keras Permukiman Padat Jakarta Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ratusan warga kini harus menjalani hari-hari di pengungsian setelah kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam (1/6/2026). Dalam waktu kurang dari tiga jam, kobaran api meluluhlantakkan ratusan bangunan dan memaksa ratusan keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Data sementara menunjukkan sekitar 300 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut. Kebakaran juga merusak sekitar 250 bangunan semipermanen yang berdiri rapat di belakang Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong.

Selain menyebabkan kerugian material yang besar, insiden itu juga menimbulkan korban luka. Tiga warga dilaporkan mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Dua korban bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, aparat bersama instansi terkait mendirikan sejumlah tenda pengungsian di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan agar para korban memiliki tempat berlindung sementara sambil menunggu penanganan lanjutan.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk menyiapkan dapur lapangan. Fasilitas tersebut mulai beroperasi sejak dini hari guna memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan sekitar 200 personel diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan di lokasi kebakaran. Petugas membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari amukan api.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga yang berada di belakang permukiman. Warga sempat berusaha memadamkan kobaran menggunakan alat pemadam api ringan yang tersedia di lingkungan setempat.

Namun, kondisi bangunan yang berhimpitan membuat api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain. Upaya pemadaman mandiri akhirnya tidak mampu membendung kebakaran yang terus membesar.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta menerima laporan kejadian pada pukul 20.55 WIB. Tak lama berselang, puluhan unit pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi.

Lebih dari 25 mobil pemadam dan ratusan personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan situasi. Api baru berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.30 WIB setelah petugas berjibaku selama hampir tiga jam.

Baca Juga: Menolak, Warga Korban Kebakaran Pasar Jiung Tak Ingin Direlokasi ke Rusun

Polisi menduga korsleting listrik menjadi pemicu awal kebakaran. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat Jakarta. Kepadatan bangunan, instalasi listrik yang rentan, serta akses yang terbatas kerap membuat kebakaran cepat meluas dan sulit dikendalikan.

Tragedi Kemayoran menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran di kawasan padat penduduk masih menjadi persoalan serius. Tanpa langkah mitigasi yang lebih kuat, kejadian serupa berpotensi kembali terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: