Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Gudang Garam (GGRM) Naik Pesat Jadi Rp2,98 Triliun, Meski Penjualan Turun

Laba Gudang Garam (GGRM) Naik Pesat Jadi Rp2,98 Triliun, Meski Penjualan Turun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang semester I-2026. Emiten rokok tersebut membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,98 triliun, melonjak sekitar 2.440% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp117,16 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), kenaikan laba tersebut turut mendorong laba per saham meningkat tajam menjadi Rp1.547, dari Rp61 pada semester I-2025.

Menariknya, lonjakan laba terjadi di tengah penurunan penjualan. Hingga akhir Juni 2026, penjualan bersih Gudang Garam tercatat Rp41,18 triliun, turun 7,19% dibandingkan Rp44,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp35,19 triliun dari Rp40,58 triliun, sehingga laba bruto meningkat 58,03% menjadi Rp5,99 triliun, dibandingkan Rp3,79 triliun pada semester I-2025.

Efisiensi juga terlihat pada beban usaha yang menyusut 33,92% menjadi Rp2,26 triliun, dari sebelumnya Rp3,42 triliun. Di saat yang sama, pendapatan lain-lain meningkat menjadi Rp191,14 miliar, sehingga laba usaha melonjak menjadi Rp3,90 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp513,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Blue Bird Raup Pendapatan Rp2,97 Triliun, Laba Bersih Malah Anjlok

Baca Juga: Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

Baca Juga: Indosat (ISAT) Raup Laba Rp4,3 Triliun, Pendapatan Seluler Jadi Penopang

Kinerja perseroan semakin terdongkrak setelah beban bunga turun drastis menjadi Rp4,52 miliar, dari Rp219,35 miliar. Alhasil, laba sebelum pajak melonjak menjadi Rp3,90 triliun, dibandingkan Rp294,37 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset Gudang Garam hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp77,78 triliun, meningkat dari Rp75,25 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp13,77 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp64,07 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: