Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Eskalasi Terbesar Pasca-Gencatan Senjata April, Rudal Iran Sasar 2 Pangkalan Udara Milik Israel

Eskalasi Terbesar Pasca-Gencatan Senjata April, Rudal Iran Sasar 2 Pangkalan Udara Milik Israel Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik geopolitik antara militer Iran dan Israel dilaporkan kembali memanas di kawasan Timur Tengah. Kedua belah pihak yang bertikai terpantau kembali melakukan aksi saling serang menggunakan senjata rudal.

Eskalasi pertempuran ini menjadi yang terbesar sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada bulan April lalu. Peningkatan intensitas saling gempur ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah adanya seruan perdamaian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menyerukan agar kedua pihak menahan diri dari peperangan. Trump bahkan mengaku akan segera menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui sambungan telepon.

Langkah komunikasi tersebut diambil agar pihak Israel tidak melakukan serangan balasan lanjutan ke Teheran. "Kita tidak membutuhkan serangan lain," ujar Trump berdasarkan laporan dari jurnalis Axios.

Namun, upaya meredam ketegangan tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil positif di lapangan. Otoritas Iran secara resmi mengumumkan telah meluncurkan serangan ke dua pangkalan udara Israel.

Dua fasilitas militer yang menjadi target utama adalah pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof. Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan operasi tersebut merupakan bentuk balasan atas agresi musuh.

Pihak Teheran mengklaim jet tempur Israel sebelumnya telah menyerang tiga situs radar milik mereka. Di sisi lain, militer Israel mengklaim berhasil menangkal seluruh serangan udara dari Iran.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan telah menembak jatuh semua rudal yang datang pada pagi hari. Pihak Tel Aviv berdalih aksi militer mereka murni merupakan balasan atas serangan Iran sebelumnya.

Saling balas serangan ini kemudian melebar hingga menyasar fasilitas industri vital di wilayah Iran. Media lokal melaporkan proyektil Israel sukses menghantam sebuah pabrik petrokimia di Mahshahr.

Baca Juga: Balas Agresi Militer di Lebanon Selatan, Iran Hujani Pangkalan Udara Israel dengan Rudal Balistik

Fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan tersebut merupakan milik Perusahaan Petrokimia Karoon. Situasi yang terus memburuk ini langsung memicu kekhawatiran besar dari komunitas internasional.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper ikut menyerukan agar kedua negara menahan diri. Cooper menegaskan bahwa kembalinya konflik bersenjata ini tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak manapun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: