Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menyusul Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok Berjamaah

Menyusul Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok Berjamaah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai komoditas minyak mentah di pasar internasional dilaporkan mengalami penurunan harga yang sangat tajam pada hari Minggu. Koreksi nilai jual ini terjadi sesaat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan damai dengan pihak otoritas Iran.

Langkah diplomasi tersebut dipastikan akan membuka kembali akses pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz. Kontrak berjangka minyak mentah milik Amerika Serikat dilaporkan langsung merosot sebanyak 4,8 persen menuju level 80,80 dolar AS per barel.

"Dengan ini kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Sementara itu, instrumen minyak mentah Brent sebagai acuan perdagangan internasional turut melemah sebesar 3,9 persen ke angka 83,89 dolar AS per barel.

Penurunan harga yang signifikan ini dipicu oleh rencana pembebasan biaya pungutan bagi setiap armada kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Sebagai imbal balik, pihak militer Amerika Serikat juga berkomitmen untuk segera menghentikan seluruh aktivitas blokade angkatan laut mereka.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump memberikan kepastian pasokan bagi pasar energi global. Jalur perdagangan maritim tersebut dijadwalkan akan resmi dibuka untuk umum pada hari Jumat mendatang.

Proses pembukaan jalur niaga ini berjalan bertepatan dengan agenda upacara penandatanganan dokumen perjanjian damai kedua negara di Swiss. Kebijakan ini diyakini mampu memulihkan stabilitas pemenuhan kebutuhan energi setelah dunia sempat didera krisis pasokan terbesar dalam sejarah.

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat, minyak akan kembali mengalir dari kedua arah untuk kawasan dan dunia," ujarnya memberikan proyeksi optimis. Sebelumnya, kawasan Selat Hormuz menguasai peran penting dengan menyalurkan sekitar 20 persen dari total pasokan minyak mentah dunia.

Arus lalu lintas kapal pengangkut bahan bakar tersebut sempat lumpuh total sejak awal bulan Maret akibat aksi penutupan sepihak oleh Iran. Langkah defensif Teheran kala itu dipicu oleh adanya rentetan serangan militer yang dilancarkan oleh kubu Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Iran dan Amerika Berdamai, Trump Langsung Buka Selat Hormuz: Biarkan Minyak Mengalir

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku pihak mediator mengonfirmasi adanya penghentian operasi militer secara permanen di semua medan konflik. Seluruh jajaran penengah internasional kini sedang menyiapkan pembahasan teknis lanjutan menjelang prosesi peresmian dokumen perdamaian.

"Kami berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik bagi konflik ini," kata Sharif. Kembalinya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah ini diprediksi oleh para pelaku industri akan berjalan dalam tempo yang sangat cepat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy