Viral Kecelakaan Hebat BYD Qin L vs Mazda, Mobil Listrik Selamat dari Api Saat Lawannya Meledak!
Kredit Foto: Ist
Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan kecelakaan hebat antara sedan plug-in hybrid BYD Qin L dan sebuah mobil bermesin bensin konvensional viral di media sosial.
Insiden nyata ini langsung menjadi sorotan industri otomotif global karena menunjukkan ketangguhan sistem keamanan struktural kendaraan listrik modern saat menghadapi benturan ekstrem.
Dilansir dari laporan TT, Senin (22/6/2026), BYD Qin L mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat hantaman keras dengan sudut kemiringan 45 derajat (offset impact). Hebatnya, ketangguhan baterai mobil listrik tersebut berhasil mencegah terjadinya ledakan, sementara mobil bensin yang menjadi lawannya justru terbakar hebat dalam waktu singkat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Seluruh penumpang dari kedua mobil dilaporkan berhasil keluar dan mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat aman sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Berdasarkan analisis pelat nomor kendaraan (辽B FA9218), kecelakaan ini teridentifikasi terjadi di wilayah Dalian, Provinsi Liaoning, China Utara. Lokasi tepatnya berada di sebuah persimpangan jalan kota yang basah, tepat di depan fasilitas cuci mobil Jinghua Car Wash.
Mobil bensin yang terbakar tersebut berhasil diidentifikasi sebagai Mazda 3 Axela. Identitas kendaraan ini dipastikan melalui siluet jendela samping, lengkungan roda, dan kontur pintu yang masih tersisa sebelum hangus dilalap api.
Hantaman sudut 45 derajat tersebut menyalurkan gaya benturan yang sangat besar melewati zona benturan (crumple zone) depan, yang seketika merobek jalur sistem bahan bakar Mazda hingga memicu kobaran api yang agresif.
Meskipun menerima hantaman keras di area roda depan, paket baterai Blade berteknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) yang tertanam di lantai kabin BYD Qin L tetap utuh tanpa mengalami kebocoran kimia (thermal runaway)
Komputer mobil langsung mengaktifkan protokol keselamatan darurat dalam hitungan milidetik melalui tiga tahapan otomatis:
1. Pemutusan Arus Tegangan Tinggi: Hitungan milidetik setelah benturan.
Sensor internal mobil langsung mendeteksi tabrakan dan secara permanen memutus seluruh jalur sirkuit listrik bertegangan tinggi untuk mencegah terjadinya korsleting atau percikan api (electrical arcing).
2. Perlindungan Sel Baterai Blade: Faktor stabilitas material LFP.
Struktur sel baterai Blade milik BYD menggunakan material yang sangat stabil dan tahan lama. Desain ini memastikan baterai tetap pasif dan tidak melepaskan oksigen meskipun mengalami deformasi fisik akibat hantaman.
3. Penguncian Transmisi Otomatis: Protokol pasca-tabrakan.
Bersamaan dengan mengembangnya dua kantong udara (airbag), sistem mobil langsung mengunci gigi transmisi secara otomatis agar kendaraan tetap diam di tempat dan tidak bergeser mendekati kobaran api di dekatnya.
Para ahli otomotif menilai, kecelakaan di Dalian ini menjadi bukti nyata kesuksesan rekayasa teknologi protokol isolasi darurat.
Keberhasilan BYD Qin L menahan benturan tanpa terbakar dinilai menjadi jawaban atas kekhawatiran publik terhadap kasus-kasus kebakaran mobil di jalan raya yang marak terjadi akhir-akhir ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: