Kredit Foto: PBB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. PBB menyerukan deeskalasi segera untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, PBB menilai eskalasi yang terjadi dalam 24 jam terakhir berisiko menghambat kemajuan diplomatik yang sebelumnya telah dicapai kedua negara.
"Insiden-insiden yang kita saksikan dalam 24 jam terakhir ini berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat," ujar Stephane Dujarric dalam taklimat pers harian, Rabu (8/7/2026).
Dujarric memperingatkan bahwa apabila ketegangan berkembang menjadi konflik terbuka berskala penuh, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga masyarakat internasional.
"Kembalinya permusuhan skala penuh akan menimbulkan konsekuensi yang katastropik, baik bagi masyarakat di kawasan tersebut, bagi perdamaian dan keamanan internasional, serta bagi perekonomian global secara keseluruhan," tegasnya.
Menurut PBB, kawasan Teluk memiliki peran strategis sebagai jalur utama perdagangan maritim dan distribusi energi dunia. Karena itu, eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan internasional sekaligus mengguncang perekonomian global.
Menyikapi situasi tersebut, PBB menyerukan sejumlah langkah kepada seluruh pihak yang terlibat, yakni menahan diri semaksimal mungkin untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
"Mematuhi hukum internasional dalam setiap tindakan yang diambil dan kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomatik," jelasnya.
Di akhir keterangannya, Dujarric menegaskan PBB akan terus mendukung berbagai upaya internasional untuk mencegah konflik yang lebih luas, menjaga stabilitas kawasan, dan mendorong penyelesaian damai yang berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: