Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat: Layanan Transportasi Publik RI Sudah Mampu Bersaing dengan Negara Maju

Pengamat: Layanan Transportasi Publik RI Sudah Mampu Bersaing dengan Negara Maju Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Transportasi publik yang baik tidak hanya mampu mengantarkan penumpang ke tujuan dengan aman dan tepat waktu. Lebih dari itu, layanan juga harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat layanan yang lebih inklusif agar setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang nyaman dan setara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai fasilitas dan layanan, mulai dari guiding block, portable ramp, kursi roda, toilet ramah penyandang disabilitas, ruang laktasi, hingga petugas yang telah dibekali pelatihan untuk mendampingi pelanggan berkebutuhan khusus. Pendekatan ini menunjukkan bahwa customer experience tidak hanya diukur dari teknologi maupun kecepatan layanan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghadirkan akses yang setara bagi seluruh pelanggan.

Menurut Djoko Setijowarno, Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, inovasi layanan merupakan bagian penting dalam pengembangan transportasi publik dan aspek inklusivitas menjadi salah satu indikator penting kemajuan tersebut. Karena itu, layanan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

“Jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan transportasi publik Indonesia sudah mampu bersaing. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar layanan yang kompetitif,” kata Djoko Setijowarno dalam sebuah podcast baru - baru ini.

Dari sudut pandang berbeda, hal senada juga disampaikan oleh Taufik Effendi, Travel Content Creator yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara. Ia menilai kualitas sebuah perjalanan tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan atau ketepatan waktu, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan pelanggan sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Angkut Penumpang, Transportasi Publik adalah Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Taufik menilai perjalanan kini telah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Penumpang tidak hanya menikmati pemandangan, makanan, maupun pelayanan, tetapi juga menginginkan rasa aman, nyaman, dan kemudahan selama berada di dalam kereta. Pengalaman tersebut, menurutnya, justru dibentuk oleh berbagai detail kecil yang sering kali luput dari perhatian.

“Banyak yang bisa dinikmati selama perjalanan. Orang sekarang bukan hanya melihat tujuan akhirnya, tetapi juga menikmati pengalaman selama berada di kereta. Hal-hal seperti pelayanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri,” kata Taufik Effendi .

Melalui pendekatan yang semakin inklusif, KAI menunjukkan bahwa transformasi layanan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada upaya menghadirkan perjalanan yang benar-benar dapat dinikmati oleh semua orang. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman