Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dorong Konektivitas Masyarakat Urban, Gojek dan KAI Hadirkan 37 Titik GoRide dan GoCar Instant di Stasiun

Dorong Konektivitas Masyarakat Urban, Gojek dan KAI Hadirkan 37 Titik GoRide dan GoCar Instant di Stasiun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Bogor -

Gojek bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan 37 titik GoRide Instant dan GoCar Instant di stasiun kereta api untuk memudahkan pengguna KRL melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir. Kolaborasi ini menjadi upaya menjawab kebutuhan masyarakat urban terhadap integrasi layanan transportasi yang lebih mudah dan nyaman.

Studi Pusat Kajian Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM mengungkapkan, integrasi layanan transportasi dinantikan oleh 76,12 persen pengguna transportasi online. Kebutuhan tersebut semakin relevan di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu simpul konektivitas dengan melayani sekitar 130 ribu masyarakat setiap hari.

Bagi pengguna kereta, perjalanan tidak berhenti saat tiba di stasiun. Kemudahan berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Karena itu, Gojek bersama KAI Group menghadirkan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di 37 stasiun kereta api di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah titik tersebut berada di kawasan strategis, seperti Stasiun Bogor, Stasiun Gambir, dan Stasiun Pasar Senen. Kehadiran layanan ini memungkinkan pengguna melanjutkan perjalanan dari stasiun menuju tujuan akhir tanpa perlu menunggu lama, sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan di sekitar kawasan stasiun.

Chief of Partnership GoTo Henky Prihatna mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat perjalanan masyarakat dari dan menuju stasiun menjadi lebih mudah dan nyaman.

"Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek," kata Henky saat ditemui dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gojek, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Pemerintah Kota Bogor di Stasiun Bogor, Senin sore (7/9).

Baca Juga: Mobilitas Bogor Tembus 105,7 Juta Perjalanan, KAI-Gojek Dorong Transportasi Terintegrasi

Sebelumnya, Gojek dan KAI Group telah berupaya memperkuat konektivitas masyarakat urban melalui layanan GoTransit sejak 2022. Fitur ini memungkinkan pengguna memesan tiket KRL Commuterline yang terintegrasi langsung dengan layanan GoRide dan GoCar.

Berdasarkan studi Pustral UGM, kehadiran GoTransit turut meningkatkan penggunaan KRL oleh pengguna Gojek hingga 38,3 persen. Layanan tersebut dinilai membantu masyarakat dengan mobilitas tinggi, termasuk mereka yang melakukan perjalanan menuju dan dari Stasiun Bogor.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, konektivitas antarmoda menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan stasiun, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya. Karena itu pengembangan kawasan stasiun perlu memperkuat konektivitas antara kereta api, transportasi lanjutan, dan aktivitas masyarakat,” ujar Bobby dalam kesempatan yang sama.

Selain menghadirkan titik GoRide Instant dan GoCar Instant, Gojek juga melengkapi kemudahan mobilitas melalui GOJEK7AN. Layanan ini memungkinkan masyarakat, khususnya komuter, menikmati tarif GoRide MURAAAH dan GoTransit dari dan menuju stasiun tertentu dengan harga yang lebih terjangkau.

Kolaborasi Gojek dan KAI Group juga terus diperluas ke berbagai aspek. Selain mendukung konektivitas perjalanan, kedua pihak menjajaki pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, serta pemanfaatan teknologi Gojek dan GoPay pada aplikasi KAI Access dan sejumlah entitas usaha KAI Group, termasuk KAI Logistik dan KAI Service.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah