Kredit Foto: Cita Auliana
Alokasi pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini berpotensi mengalami penyesuaian ulang. Pemerintah memberikan sinyal adanya kecenderungan penurunan besaran dana yang disiapkan untuk program tersebut.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dirinya beserta jajaran hendak menemui pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) guna membahas strategi pelaksanaan program MBG hingga menjelang akhir tahun 2026 ini.
"Saya mau ketemu Ketua MBG seminggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini," jelas Purbaya saat ditemui awak media di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Purbaya melanjutkan, pemerintah tetap akan mengurangi alokasi anggaran APBN terhadap pelaksanaan program MBG tahun ini.
"Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan," ujarnya melanjutkan.
Lebih lanjut, kepastian mengenai angka pasti serta pemangkasan anggaran program MBG ini, Purbaya menjelaskan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak pengelola.
"(Soal jumlah anggaran yang dipangkas) Ditanya ke Ketua MBG (Kepala BGN) deh," lugas Purbaya.
Sinyal efisiensi ini menjadi bagian dari upaya penyelarasan strategi pelaksanaan program agar tetap berjalan optimal di tengah penyesuaian anggaran.
Keputusan final mengenai skema pembiayaan MBG akan ditentukan usai evaluasi strategi bersama ketua badan pengelola program diselesaikan.
Baca Juga: Purbaya Soal Anggaran MBG Turun Jadi Rp174 Triliun di 2027: Masih Kita Diskuskan
Baca Juga: Purbaya Disambut Ribut di BGN, Anggaran MBG Dipangkas Besar-besaran
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum menetapkan waktu penerapan skema baru Program MBG, termasuk wacana pembatasan penerima manfaat sehingga masyarakat kelompok desil 7 hingga 10 atau masyarakat kelas menengah tidak lagi menerima program tersebut.
Prasetyo menjelaskan, pemerintah masih fokus melakukan pembenahan di Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pergantian pimpinan lembaga tersebut.
"Belum. Kan setelah terjadi proses perubahan pimpinan di BGN, kami menyampaikan bahwa kami mohon waktu untuk melakukan proses pembenahan kurang lebih satu bulan," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra