Balas Budi usai Piala Dunia? Presiden Amerika Serikat Dukung Gianni Infantino Menjadi Sekjen PBB
Kredit Foto: Istimewa
Dunia kembali menyoroti kedekatan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino. Kali ini, Trump dikabarkan ingin memberikan dukungan politik kepada temannya itu agar menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) usai Piala Dunia 2026.
Mengutip Times of Israel, Kamis (23/7/2026), Trump disebut meyakini temannya itu memiliki reputasi internasional dan kemampuan kepemimpinan yang cukup untuk memimpin organisasi terbesar di dunia tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...
Presiden Amerika Serikat itu disebut memandang olahraga, khususnya sepak bola, sebagai sarana yang mampu menyatukan berbagai negara, sehingga ia menilai sudah ada modal penting yang dimiliki oleh Infantino.
Namun Infantino, untuk bisa menduduki kursi sekretaris jenderal, tetap harus melewati proses yang panjang. Ia terlebih dahulu harus memperoleh dukungan dari 15 anggota dari Dewan Keamanan PBB.
Infantino sendiri belum diketahui apakah ia benar-benar berminat mencalonkan diri atau bahkan sudah membahas wacana tersebut secara langsung dengan Trump. Namun sang presiden menilai kandidat-kandidat yang saat ini muncul belum cukup kuat sehingga temannya itu berpeluang menjadi sosok alternatif yang mengejutkan.
Gagasan tersebut juga disebut mendapat dukungan dari sekutu dekat Trump, Paolo Zampolli. Menurutnya, Infantino memiliki pengalaman memimpin organisasi yang dapat menjadi bekal untuk memimpin PBB.
Laporan ini sendiri muncul di tengah hubungan keduanya yang semakin erat selama persiapan hingga penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sejumlah pihak bahkan menilai dukungan sang presiden itu sebagai bentuk balas budi atas hubungan baik yang terjalin sepanjang turnamen berlangsung.
Trump baru-baru ini mengakui sempat menghubungi Infantino. Hal itu terkait dengan kartu merah yang diterima oleh Striker Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia. Ia membenarkan telah meminta agar keputusan kartu merah itu ditinjau kembali, meski membantah secara langsung meminta hukuman itu dibatalkan.
Kedekatan keduanya juga terlihat pada akrhi tahun lalu. Infantino pada waktu itu memberikan FIFA Peace Prize ke Trump. Saat itu, Infantino secara terbuka menyatakan temannya itu layak memperoleh penghargaan atas upayanya mendorong gencatan senjata di Gaza. Ia juga sebut telah berkontribusi dalam "mempromosikan perdamaian dan persatuan di seluruh dunia."
Pencalonan Infantino, apabilan benar terjadi, akan mematahkan tradisi tidak tertulis yang selama ini memperkirakan sekretaris jenderal badan dunia terpenting itu berikutnya berasal dari kawasan Amerika Latin atau Karibia.
Sejumlah nama yang saat ini disebut sebagai kandidat antara lain Eks Presiden Chile Michelle Bachelet, Diplomat Ekuador Maria Fernanda Espinosa, Mantan Wakil Presiden Kosta Rika Rebeca Grynspan dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi asal Argentina.
Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia
FIFA dan Gedung Putih sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut hingga berita ini ditulis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: