Hadir di Batam Global Trade Forum 2026, ASEI Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Kredit Foto: Istimewa
Batam Global Trade Forum 2026 menjadi wadah bagi pelaku usaha, eksportir, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan serta peluang bisnis di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Mengusung tema "Resilient Growth 2026: Navigating Global Turbulence & Future-Proofing Your Business in a Volatile World", forum tersebut menghadirkan PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) sebagai salah satu narasumber.
Dalam paparannya, Director Operational & Business Development ASEI Agus Sulih Purwanto menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan fondasi utama bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama bagi pelaku bisnis yang bergerak di sektor perdagangan internasional.
Menurut Agus, ketidakpastian global yang dipicu oleh kondisi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar, hingga meningkatnya risiko gagal bayar menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui strategi mitigasi risiko yang tepat.
"Kondisi geopolitik, perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga meningkatnya risiko gagal bayar menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi melalui strategi mitigasi risiko yang tepat. Perusahaan perlu membangun ketahanan bisnis agar tetap mampu tumbuh di tengah ketidakpastian," ujar Agus.
Ia menjelaskan tekanan ekonomi global turut memengaruhi kinerja perdagangan Indonesia. Hingga Mei 2026, ekspor nonmigas Indonesia tercatat mengalami kontraksi sebesar 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Di tengah kondisi tersebut, ASEI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perlindungan finansial bagi pelaku ekspor sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan nasional.
Baca Juga: Merger Asuransi BUMN, Asei Buka Suara soal Nasib Nasabah Hingga Karyawan
Sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia, ASEI mendukung pertumbuhan perdagangan nasional melalui berbagai solusi perlindungan risiko perdagangan, pembiayaan, dan penjaminan. Solusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dalam memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Selain Agus Sulih Purwanto, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi, yakni Head of Industry & Regional Research Office of Chief Economist Bank Mandiri Dendi Ramdani, perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau Rony Widijarto, serta Kepala Kantor Imigrasi Batam Wahyu Eka Putra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: