Akuisisi Warner Bros US$110 Miliar oleh Paramount Kembali Tertunda
Kredit Foto: Warner Bros
Proses akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) oleh Paramount Skydance senilai US$110 miliar kembali tertunda setelah pengadilan federal Amerika Serikat memerintahkan penangguhan transaksi hingga 17 Agustus 2026. Penundaan tersebut menambah ketidakpastian atas salah satu aksi korporasi terbesar di industri media global.
Hakim Distrik AS Araceli Martínez-Olguín pada Kamis (23/7/2026) memutuskan memperpanjang penundaan transaksi untuk memberikan waktu tambahan bagi Paramount Skydance menyampaikan argumen yang menolak permintaan penangguhan lebih lama selama proses hukum berlangsung.
Sebelumnya, pengadilan telah menunda penyelesaian transaksi hingga 3 Agustus dan berencana menggelar sidang guna menentukan apakah penangguhan perlu diperpanjang.
Dalam permohonannya, Paramount Skydance meminta sidang selama tiga hari pada Agustus agar dapat menghadirkan bukti bahwa akuisisi tersebut justru akan meningkatkan persaingan di industri hiburan, bukan menguranginya.
Perseroan juga menyoroti potensi kerugian finansial apabila proses hukum berlangsung berlarut-larut. Berdasarkan perjanjian akuisisi, Paramount Skydance akan membayar kompensasi sekitar US$7 juta per hari kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery mulai 1 Oktober 2026 hingga transaksi selesai.
Menurut perusahaan, jika proses penyelesaian transaksi tertunda selama berbulan-bulan, total kerugian yang ditanggung berpotensi melampaui US$1,5 miliar.
Akuisisi tersebut menghadapi gugatan dari koalisi sejumlah negara bagian yang dipimpin California. Mereka menilai merger berpotensi mengurangi persaingan di industri film dan televisi serta berdampak negatif terhadap bioskop maupun perusahaan televisi kabel.
Baca Juga: Netflix Rogoh Rp10,5 Triliun Demi Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck
Baca Juga: Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA
Selain itu, Writers Guild of America (WGA) juga mengajukan gugatan terpisah. Serikat pekerja penulis skenario tersebut berpendapat merger berpotensi menurunkan permintaan terhadap jasa penulis naskah karena meningkatnya konsolidasi industri hiburan.
Hingga kini, pengadilan belum memutuskan apakah penundaan transaksi akan diperpanjang setelah 17 Agustus 2026.
Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Agustus untuk menentukan apakah proses akuisisi dapat dilanjutkan atau tetap ditangguhkan selama perkara hukum berjalan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: